Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Mei 2019 13:41 WIB

Investor Asing Ikut Pantau Hasil Real Count KPU

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Dana asing sering disebut-sebut akan masuk ke Indonesia setelah Pemilu. Namun setelah hari pencoblosan investor asing justru menahan diri.

Chief Economist & Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan mengatakan sebenarnya investor asing cukup optimistis atas penyelenggaraan Pemilu di Indonesia. Buktinya, sebelum pencoblosan dana asing masuk cukup besar ke pasar modal sekitar Rp 15 triliun.

"Sebetulnya sebelum pencoblosan masuk banyak, tapi karena investor lokalnya adem ayem," ujarnya di Sampoerna Strategic, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Sayangnya yang justru ragu dengan penyelengaraan Pemilu adalah investor lokal. Hal itu malah membuat investor asing ikut tahan diri.


Katarina menilai investor asing justru menunggu hasil rekapitulasi KPU pada 22 Mei 2019 mendatang. Setelah itu dana asing dipercaya akan membanjiri pasar modal.

Katarina juga yakin investor asing tidak begitu memperdulikan sosok yang memenangkan Pilpres. Investor asing lebih mementingkan keamanan dalam perhelatan pemilu.

"Jadi kriteria pertama harus aman. Sudah terbukti aman. Enggak terlalu ngaruh figur politik," tegasnya.

Menurutnya setelah 22 Mei, dana asing bisa masuk cukup besar. Katarina percaya bisa lebih besar dari jumlah sebelum pencoblosan.

(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com