Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Mei 2019 17:37 WIB

Rupiah Tertekan Lagi Pasca Pemilu, Apa Penyebabnya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS beberapa hari terakhir mengalami tekanan. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini dolar AS tercatat Rp 14.245.

Pada (30/4) dolar AS tercatat Rp 14.215. Hari sebelumnya (29/4) RP 14.188. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menjelaskan kondisi ini terjadi karena sentimen risk off masih mewarnai pasar keuangan global.

"Ini seiring dengan rilis data ekonomi negara maju yang memperkuat kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dan turunnya inflasi serta berlanjutnya pelemahan nilai tukar Argentina Peso dan Turkish Lira," ujar Onny dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (2/5/2019).


Dia mengungkapkan sentimen risk off ini memicu pelemahan indeks saham global diikuti penguatan tajam nilai tukar dolar AS naik tertinggi sejak Mei 2017.

Sebelumnya BI mencatat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat mengalami penguatan secara point to point 1,17% hingga 23 April 2019. Ini lebih tinggi dibandingkan periode akhir 2019 0,58% secara rata-rata.

Jika dibandingkan dengan level 2018, nilai tukar Rupiah juga menguat 2,17% secara point to point dan 0,80% secara rerata.

Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik, Bank Indonesia terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, khususnya di pasar uang dan valas.

(kil/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed