Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 14 Mei 2019 15:00 WIB

Hotel Dekat Bandara Kertajati Ini Mau Jual 220 Juta Lembar Saham

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Perusahaan pengelola Hotel Fitra yang terletak di Majalengka, Jawa Barat yakni PT Hotel Fitra International Tbk akan menjadi perusahaan publik melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Sebagai perusahaan induk, PT Hotel Fitra International Tbk memiliki anak usaha yakni PT Bumi Majalengka Permai (BMP) selaku pengelolaan hotel dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW) yang bergerak pada bisnis tour and travel.

Perseroan akan melepas saham sebanyak-banyaknya 220.000.000 lembar saham kepada publik. Jumlah ini setara dengan 36,67% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan, dengan nilai nominal Rp 100/saham. Bersamaan dengan IPO ini, perusahaan juga memberikan stimulus kepada investor dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 132.000.000 atau 132 juta Waran Seri I.

Dalam proses ini, Perseroan telah menunjuk lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal (LPPPM), termasuk penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) yakni PT Lotus Andalan Sekuritas.

"Kami percaya, dengan menjadi public listed yang transparan dan akuntabel, Perseroan akan semakin bertumbuh ke depan seiring dengan prospek bisnis di kota Majalengka (Jawa Barat). Sesuai dengan salah satu misi Perseroan, yakni bersama dengan Pemerintah setempat, bertekad untuk memajukan pariwisata lokal dan menciptakan pertumbuhan ekonomi," kata Direktur Utama PT Hotel Fitra International Tbk Joni Rizal, Jakarta, Selasa (14/5/2019).


Lebih lanjut, Direktur Utama sekaligus Lead Underwriter PT Lotus Andalan Sekuritas Wientoro Prasetyo menambahkan dana hasil penawaran umum ini akan digunakan sebesar 50% untuk mengakuisisi tambahan land bank oleh anak usaha perusahaan yakni PT Bumi Majalengka Permai (BMP), sebagai pengelola Hotel Fitra.

Sekitar 30% dana IPO juga akan digunakan untuk pembangunan Convention Hall di Hotel Fitra milik BMP. Sedangkan sisa dana IPO sekitar 20%, akan digunakan sebagai modal kerja bagi BMP. Harga saham PT Hotel Fitra International Tbk yang ditawarkan antara Rp 100-105/saham dengan rencana dana yang ingin diraih Rp 22-23 miliar.

Perseroan menargetkan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas rencana IPO ini pada 23 Mei mendatang, dan setelah itu akan melakukan Masa Penawaran (Offering Period) pada 24-27 Mei 2019. Masa Penjatahan dijadwalkan pada 28 Mei, distribusi dan refund saham pada 29 Mei, dan rencana Pencatatan Perdana Saham atau listing di BEI pada 31 Mei mendatang.

Lebih lanjut, Direktur Keuangan PT Hotel Fitra International Tbk Sukino menjelaskan sepanjang tahun lalu, tingkat okupansi atau keterisian hotel terus meningkat menjadi 53,85% dibandingkan dengan akhir Desember 2017 yang hanya 47,77%.

"Aset perseroan mencapai Rp 47,07 miliar, sementara kewajiban sebesar Rp 23,43 miliar. Pendapatan perusahaan naik menjadi Rp 8,07 miliar, dari tahun 2017 sebesar Rp 2,48 miliar," katanya.

Adapun, untuk posisi pendapatan perseroan, terbesar pada tahun lalu, berasal dari sewa kamar sebesar 73,67%, sementara sisanya dari sewa ruangan rapat 17,52%, restoran 7,71%, sisanya dari laundry.

Hotel Fitra International, berencana membangun Convention Hall berkapasitas 500 orang (theatre) dan 1.000 (standing) dan berdiri di lahan seluas 2.320 meter persegi.

"Target pembangunan dimulai pada Juli 2019, dan target operasional pada Oktober 2019. Tahapan saat ini finalisasi desain dan penunjukan kontraktor," ujar Direktur Operasional PT Hotel Fitra International Tbk Tomi Tris.


Prospek bisnis perseroan ke depan diyakini positif seiring dengan kehadiran Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat. Di samping itu, adanya penerbangan domestik melalui maskapai penerbangan terkemuka di Indonesia, belum lagi rencana direct flight wisata religi umroh dan haji dari Bandara Kertajati menuju Jeddah, dan rute sebaliknya, tentu akan menjadi added value Perseroan.

"Perseroan telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta, pemerintah, airlines ternama, travel agent, dan beberapa komunitas," ungkapnya.

Strategi yang akan diterapkan perusahaan ialah menggandeng ASITA (Association of Indonesian Tours and Travel Agencies) Jawa Barat serta bekerja sama dengan penyedia jasa reservasi online seperti Agoda, Expedia, Traveloka, Booking.com, Pegipegi, dan Payment Gateway. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed