Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Mei 2019 13:37 WIB

Incar 9 Proyek Baru, Astrindo Targetkan Pendapatan Rp 2,2 T di 2019

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi. Foto: dok. Astrindo Ilustrasi. Foto: dok. Astrindo
Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) terus menggenjot bisnis infrastruktur energi terintegrasi. Dalam kuartal pertama 2019, perseroan mencatatkan pendapatan US$ 16,04 juta.

Realisasi ini meningkat secara signifikan dari US$ 0,37 juta pada kuartal I-2018 sebagai dampak konsolidasi Laporan entitas anak, PT Mitratama Perkasa (MP) yang sebelumnya dicatat sebagai entitas ventura bersama.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan tersebut, beban pokok pendapatan Perseroan meningkat menjadi US$ 2,45 juta dari sebelumnya sebesar US$ 0,47 juta. Meskipun demikian, Laba Kotor tetap positif sebesar US$ 13,59 juta dari sebelumnya rugi sebesar US$ 0,1 juta.

Sebagaimana diketahui, Perseroan telah melakukan restrukturisasi pinjaman dan mendapat pinjaman baru sebesar US$ 235 juta di akhir tahun 2018 dengan tingkat bunga lebih rendah dan jangka waktu pengembalian yang lebih panjang.

Dampak dari restrukturisasi tersebut, beban keuangan menurun pada I-2019 sebesar 30,6% dari US$ 21,99 juta pada kuartal I-2018 menjadi US$ 15,27 juta.


Perseroan juga telah mencatat laba bersih sebesar US$ 8,61 juta pada kuartal kuartal I-2019 setelah sebelumnya rugi sebesar US$ 2,75. Dari sisi EBITDA, Perseroan memperoleh US$ 41 juta pada I-2019, meningkat bila dibandingkan dengan kuartal I-2018 yang sebesar US$ 36,2 juta.

Secara keseluruhan, secara konsolidasi dari sisi EBITDA Perseroan menargetkan US$ 160 juta atau setara Rp 2,2 triliun di tahun 2019, meningkat dari 2018 yang sebesar US$ 145 juta. Target Pendapatan adalah sebesar US$ 212 juta, yang meningkat dari tahun sebelumnya sebesar US$ 209 juta.

Direktur Utama Perseroan Astrindo Ray Anthony Gerungan menyatakan setelah perseroan menerima persetujuan dari pemegang saham pada 16 Mei 2019 untuk menjaminkan aset-asetnya, perseroan akan melakukan usaha percepatan dalam mengembangkan proyek-proyek baru.

"Perusahaan saat ini sedang melakukan studi kelayakan atas 9 (sembilan) proyek yang diharapkan studi pertamanya selesai pada kuartal III-2019," ujar Ray dalam keterangannya, Jumat (17/5/2019).

Beberapa proyek awal akan fokus pada perluasan infrastruktur yang ada untuk meningkatkan kapasitas penanganan batubara Perusahaan hingga 24 -30 juta ton dalam jangka waktu 3 tahun. Proyek-proyek ini juga akan berdampak pada menurunnya biaya penanganan batubara dan memberikan keunggulan kompetitif di pasar bagi klien Perseroan.

"Saat ini, perseroan sedang mengkaji biaya proyek dengan total perkiraan biaya US$ 2,45 miliar dan potensi pendapatan tahunan lebih dari US$ 1 miliar dengan EBITDA US$ 400 juta," jelasnya.

(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com