Saham Turun, Perusahaan Sandi Mau Buy Back Rp 110 M

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 23 Mei 2019 02:49 WIB
Saham Turun, Perusahaan Sandi Mau Buy Back Rp 110 M
Foto: Dikhy Sasra

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) pada 2018 menderita kerugian Rp 6,2 triliun. Catatan itu berbanding terbalik dengan 2017 perusahaan mampu meraup laba bersih Rp 3,27 triliun.

Kerugian perusahaan disebabkan adanya kerugian bersih atas investasi pada efek ekuitas atau saham sebesar Rp 7,25 triliun. Pada 2017 di pos itu SRTG meraup keuntungan Rp 2,35 triliun.

Direktur Keuangan SRTG Lany Djuwita Wong mengatakan, sebagai perusahaan investasi, laporan keuangan SRTG mengikuti pedoman PSAK 65 yang perhitungannya mengharuskan pencatatan portofolio saham.

"Sehingga kita mengalami kerugian itu secara buku, bukan terealisasi," ujarnya di Gedung Cyber 2, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Padahal, lanjut Lany, tahun lalu SRTG mampu mengantongi penghasilan dividen sebesar Rp 900 miliar dari perusahaan yang diinvestasikannya. Dividen itu berasal dari PT Adaro Energy Tbk sebesar Rp 483 miliar, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Rp 251 miliar dan PT Provident Argo Tbk Rp 117 miliar, serta investee lainnya.

Namun kedua perusahaan yang memberikan dividen besar itu menjadi penyebab kerugian perusahaan di 2018. Sebab saham TBIG dan ADRO mengalami penurunan harga pasar di 2018.

"Kalau dilihat pendapatan dividen kami Rp 900 miliar itu terbesar sejak mencatatkan saham di pasar modal," tambahnya.

(das/dna)