Peringkat Telkom Bertahan di AAA
Jumat, 07 Okt 2005 11:39 WIB
Jakarta - Posisi teratas sebagai operator telekomunikasi di tanah air mampu mempertahankan peringkat perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) di posisi AAA (triple A).Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali menegaskan peringkat AAA untuk perusahaan dan obligasi Telkom pertama senilai Rp 1 triliun."Peringkat tersebut mencerminkan permintaan yang kuat atas layanan telekomunikasi di Indonesia," kata analis Pefindo Salyadi Saputra dalam pejelasan tertulis, Jumat (7/10/2005).Pefindo juga menilai, posisi superior Telkom dalam industri telekomunikasi serta profil keuangan yang sangat kuat. Peringkat AAA ini untuk periode 5 September 2005 sampai 1 Juni 2006.Saham Telkom sebesar 51,19 persen dikuasai pemerintah dan 34,02 persen oleh publik. Telkom menguasai 65 persen saham PT Telkomsel, anak usahanya yang bergerak di jasa seluler. Pendapatan dari seluler memberikan kontribusi terbesar penghasilan Telkom selain dari telepon tetap.Bank PaninPefindo juga menetapkan peringkat A- (A minus) terhadap PT Bank Pan Indonesia Tbk yang dikenal dengan nama Bank Panin.Peringkat A- ini ditujukan untuk perusahaan secara keseluruhan dan obligasi Bank Panin pertama sebesar Rp 500 miliar yang jatuh tempo pada 6 Maret 2007.Sedangkan obligasi subordinasi pertama senilai Rp 1,3 triliun ditetapkan kembali untuk peringkat BBB+ (triple B plus), yang akan jatuh tempo pada 18 Juni 2013. Peringkat ini untuk periode 20 September 2005 sampai 1 September 2006.Pefindo menilai, peringkat tersebut mencerminkan pertumbuhan bisnis bank yang berkelanjutan serta likuiditas yang mencukupi. Meski demikian, faktor-faktor pendukung tersebut bisa terganggu oleh konsentrasi pinjaman bank kepada segelintir debitor.FIFSedangkan peringkat PT Federal International Finance (FIF) juga bertahan di posisi A+ (A plus). Peringkat ini juga berlaku untuk obligasi II, III dan IV senilai total Rp 2,4 triliun.Pefindo menilai, peringkat ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan psoisinya yang kuat di bidang pembiayaan sepeda motor. Peringkat ini untuk periode 20 September 2005 sampai 1 September 2006.Kinerja keuangan FIF juga dinilai baik di tengah ketatnya persaingan di bidang pembiayaan sepeda motor. Namun Pefindo melihat, tren kenaikan suku bunga ke depan akan menurunkan pertumbuhan industri pembiayaan yang sampai level tertentu bisa memperburuk kualitas aset.
(ir/)











































