Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Jun 2019 11:47 WIB

Saham Bali United Melesat hingga Kena Auto Reject

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Pasar modal Indonesia kembali kedatangan emiten baru. Kali ini perusahaannya terbilang spesial, yakni perusahaan pemilik klub Bali United PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA).

BOLA menjadi perusahaan pemilik klub sepakbola pertama yang melantai di pasar modal Indonesia. Antusiasme para pelaku pasar pun cukup besar.

Saham BOLA saat dicatatkan pertama kali langsung melesat 69,14% dari harga penawaran Rp 175 per lembar menjadi Rp 296. Lantaran melesat terlalu tinggi saat pencatatan, saham BOLA langsung kena auto reject.


Di level itu, saham BOLA ditransaksikan sebanyak 129.500 lembar dengan nilai Rp 38,33 juta. Volume transaksi itu ditransaksikan dengan frekuensi sebanyak 20 kali.

Saat penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO), BOLA melepas sebanyak 2 miliar lembar saham atau setara 33,33% dari modal yang disetor penuh perusahaan. Jika dihitung dari harga penawaran, BOLA induk Bali United ini dapat dana segar Rp 350 miliar.

Dana segar itu, akan digunakan perusahaan untuk perekrutan pemain atau pelatih, pengembangan fasilitas, penyelenggaraan acara, pengembangan akademi hingga pengembangan outlet Bali United Store. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com