Sekuritas Plat Merah Diutamakan Jadi Penjamin Emisi PGN

Sekuritas Plat Merah Diutamakan Jadi Penjamin Emisi PGN

- detikFinance
Selasa, 11 Okt 2005 17:12 WIB
Jakarta - Pemerintah akan mengutamakan sekuritas plat merah dalam menangani divestasi 7,4 persen saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Meski belum diputuskan, Meneg BUMN Sugiharto meminta Danareksa dan Bahana untuk menjadi penasehat keuangannya."Sekarang on the way karena saya minta Danareksa dan Bahana nge-bid untuk menjadi financial advisor pemerintah. Nantinya mereka menentukan book runnernya siapa," kata Sugiharto di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng Jakarta, Selasa (11/10/2005).Enam sekuritas yang diundang telah memasukkan proposalnya pada Senin kemarin. Sekuritas yang telah memasukkan proposal untuk penjualan PGN adalah PT Danareksa Sekuritas menggandeng Credit Suisse First Boston (CSFB), PT Bahana Securities menggandeng Deutsche, PT Mandiri Sekuritas menggandeng UBS, PT Trimegah Securities Tbk dengan Macquarie Investment, Indopremier Securites dengan Credit Lyonnais Securities Asia (CLSA) dan PT Ciptadana Sekuritas. Menurut Sugiharto, proses penunjukkan penasehat keuangan akan selesai dalam pekan ini. Sebelumnya, juga diberitakan pengumuman penasehat keuangan akan dilakukan Rabu 12 Oktober. "Saya serahkan kepada deputi restrukturisasi untuk mencari siapa yang terbaik dengan konsep terbaik," ujar Sugiharto.Tiga Opsi DivestasiMengenai opsi dalam proses divestasi PGN, Sugiharto mengaku, ada tiga kemungkinan alternatif yang dipilih. "Ada tiga kemungkinan, pertama straight sale, kedua straight sale ditambah buy back dan ketiga kombinasi right issue dan buy back. Tapi untuk right issue waktunya tidak akan keburu," jelas Sugiharto.Untuk target pendapatan dari divestasi ini, Sugiharto menolak menjawabnya. "Itu putusan investasi yang bisa mempengaruhi investor dan nanti disalahi UU Pasar Modal," kilahnya.Sedangkan Sekretaris Meneg BUMN Said Didu mengatakan, pihaknya memang mengundang banyak perusahaan sekuritas untuk divestasi ini. "Tapi kita mengupayakan untuk BUMN dulu karena BUMN kan kualitasnya tidak lebih jelek dari sekuritas keuangan yang lain," tegasnya.Saat ini pemerintah masih memiliki 60,14 persen saham di PGN. Sebelumnya, Menneg BUMN Sugiharto memperkirakan, hasil divestasi PGN akan menambah sekitar Rp 1,1 triliun untuk setoran BUMN APBN 2005 sebesar Rp 13,1 triliun.Namun melihat harga saham PGN di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang berkode PGAS ini terus meroket, pemerintah diperkirakan akan meraup dana sekitar Rp 1,1-Rp 1,5 triliun. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads