Unggul Indah Cahaya Ganti Bahan Bakar yang Lebih Murah
Jumat, 14 Okt 2005 15:31 WIB
Jakarta - Produsen bahan aktif pembuatan deterjen (alkylbenzene), PT Unggul Indah Cahaya Tbk berencana mengganti bahan bakarnya kepada produk yang berbiaya lebih rendah. Langkah itu untuk mengatasi dampak tingginya harga bahan bakar bagi industri."Kami sedang menjajaki kemungkinan untuk beralih bahan bakar dari solar dan diesel ke bahan bakar yang lebih rendah biayanya. Peralihan ditujukan agar biaya produksi dapat ditekan," kata Wakil Presiden Direktur Unggul Indah Cahaya (UIC) Yani Alifen dalam suratnya ke Bursa Efek Jakarta, Jumat (14/10/05).Menurut Yani, kebijakan pemerintah mencabut subsidi BBM bagi industri yang dimulai sejak Agustus 2005, diperkirakan mempengaruhi profitabilitas perseroan di masa mendatang. Selain berencana untuk beralih bahan bakar, perseroan juga berencana untuk meningkatkan harga jual alkylbenzene.Meningkatnya harga minyak mentah dan kelangkaan salah satu bahan baku menyebabkan volume penjualan perseroan semester I-2005 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, nilai penjualan bersih perseroan Januari-Juni 2005 masih lebih tinggi dari tahun lalu, naik dari US$ 92,3 juta pada 2004 menjadi US$ 95,6 juta tahun ini.Sementara itu, laba bersih perseroan per Juni 2005 adalah US$ 7,3 juta, turun 27,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Beban usaha enam bulan pertama 2005 mencapai US$ 12,2 juta, lebih tinggi US$ 0,5 juta dari tahun lalu," ujar Yani.Namun, pada akhir September 2005, UIC telah merampungkan proyek debottlenecking. Proyek ini meningkatkan kapasitas produksi perseroan dari semula 210.000 metric ton per tahun menjadi 270.000 metric ton.
(qom/)











































