Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 19 Jul 2019 17:24 WIB

Perusahaan PLTA IPO, Jual Saham Rp 250-420 per Lembar

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna. Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna.
Jakarta - PT Kencana Energi Lestari Tbk tengah melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Perusahaan ini menawarkan sahamnya di kisaran Rp 250-420 per lembar saham.

Salah satu pemain utama di sektor pembangkit listrik tenaga air (hydro power plant) ini menawarkan sebanyak-banyaknya 977.683.300 lembar saham. Jumlah itu setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO.

"Kami telah melakukan berbagai upaya persiapan IPO ini dengan beberapa aspek diantaranya adalah laporan keuangan konsolidasian yang diaudit untuk cut off 31 Maret 2019, jadi diharapkan saham PT Kencana Energi Lestari Tbk dapat mulai diperdagangkan dalam Tahun ini. Persiapan lain juga telah kami lakukan meliputi perijinan dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia," kata Chief Financial Officer Kencana Energi Lestari Giat Widjaja dalam keterangan tertulis, Jumat (19/7/2019).

Jika dihitung dari harga penawaran, perusahaan akan memperoleh dana segar sekitar Rp 244,4 miliar hingga Rp 410,6 miliar. Dana hasil IPO itu akan digunakan untuk ekspansi usaha baik di bidang energi pembangkit listrik dan energi terbarukan lainnya

Perseroan memiliki profil usaha yang unik dengan business model penyediaan energi terbarukan (renewable energy) yang didukung oleh kontrak penyediaan listrik jangka panjang PPA (Power Purchase Agreement) kepada PLN, yaitu selama 20 hingga 30 tahun sejak dioperasikannya pembangkit listrik tenaga air.



Pola kerjasama penyediaan tenaga listrik yang dilakukan Perseroan dengan PLN dijalankan selama kurun waktu 20 hingga 30 tahun yang dituangkan dalam PPA. Pembangunan dan pengoperasian aset pembangkit tenaga listrik dilakukan dengan pola BOO (BuiId-Own-Operate) maupun BOOT (Build-Own-Operate-Transfer).

Konsep kerjasama itu dinilai sama-sama memberikan manfaat bagi PLN dan PT Kencana Energi Lestari Tbk sebagai Independent Power Provider (IPP). Bagi PLN yaitu kepastian penyediaan daya listrik guna distribusi kepada masyarakat dan untuk IPP adalah stable revenue stream dan cashflow sepanjang periode konsesi.

Hingga saat ini, Perseroan telah memiliki 3 proyek PLTA di pulau Sumatera dan Sulawesi dengan total kapasitas produksi sebesar 49 MW. Dari jumlah tersebut ada proyek PLTA Pakkat berkapasitas 18MW telah beroperasi di Sumatera Utara.

Lalu ada proyek PLTA Air Putih berkapasitas 21MW yang saat ini sedang menunggu Commercial Operation Date (COD) yang dijadwalkan pada bulan Agustus-September 2019 dan yang berlokasi di Bengkulu. Serta Proyek PLTM Madong berkapasitas 10MW yang saat ini sedang dalam tahap persiapan konstruksi dan berlokasi di Sulawesi Selatan.

Ke depannya, Perseroan menargetkan bisa mengoperasikan hingga 200MW yang berasal dari proyek-proyek PLTA diantaranya di Sumatera dan Sulawesi. Salah satu proyek PLTA yang saat ini sedang difinalisasi adalah proyek PLTA yang terdapat di Sulawesi Selatan yaitu Proyek Salu Uro dan Proyek Kalaena dengan total kapasitas mencapai 170MW.

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed