Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 26 Jul 2019 15:26 WIB

Lapkeu Garuda Menyesatkan, Mantan Bos BEI: Harusnya Disuspensi

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kisruh laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berakhir pengenaan hukuman terhadap perusahaan. Laporan yang tadinya kinclong disajikan kembali jadi buntung.

Menurut Mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio, BEI selaku wasit pasar modal seharusnya menjatuhkan hukuman lainnya, yakni membekukan saham GIAA di papan perdagangan.

Sebab dengan terbuktinya laporan keuangan Garuda Indonesia dipoles maka para pelaku pasar bertransaksi dengan data yang salah. Artinya ada informasi tentang fundamental perusahaan menyesatkan

"Ini membuktikan adanya informasi menyesatkan dan uncertainty, sewajarnya disuspensi," ujarnya kepada awak media, Jumat (26/7/2019).



Menurutnya, sejak ditetapkannya laporan keuangan Garuda Indonesia bermasalah dan harus disajikan ulang, saat itu juga saham Garuda Indonesia disuspensi. Apalagi hari ini sudah disajikan kembali, yang artinya sudah dipastikan bahwa informasi yang disajikan tentang kinerja perusahaan salah.

Hari ini saham GIAA masih bisa diperdagangkan. Saham perusahaan bergerak di jalur merah.

Hingga pukul 14.40 waktu JATS saham Garuda Indonesia anjlok 1,52% ke posisi Rp 390.



Simak Video "Garuda Indonesia Perkenalkan Armada Barunya, Yuk Intip!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com