Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 27 Agu 2019 13:47 WIB

PT Timah Garap Bisnis di Nigeria, Produksi 5.000 Metrik Ton

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi: PT Timah Punya Teknologi Ramah LingkunganFoto: Hendra Kusuma Ilustrasi: PT Timah Punya Teknologi Ramah LingkunganFoto: Hendra Kusuma
Jakarta - Produksi timah disebut akan terus mengalami kenaikan meskipun ada proyeksi permintaan timah dunia akan melambat. PT Timah Tbk mengatakan perseroan akan mencari peluang dari setiap ancaman yang
muncul.

PT Timah juga optimistis dengan melebarkan ekspansi perusahaan ke Nigeria. Direktur Keuangan PT Timah Tbk Emil Emindra mengungkapkan investasi nantinya dengan kapasitas awal 5.000 metrik ton.

"Investasi di Nigeria ini juga tidak terlalu besar, kapasitas awalnya 5.000 metrik ton," kata Emil di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (27/8/2019).


Selain itu, perseroan juga akan membuka pasar baru penjualan produksi ke beberapa negara di Asia. Saat ini yang sedang dijajaki adalah Korea, Jepang dan India.

"Kalau Asia itu kan pasarnya lebih dekat, pembayarannya juga pasti lebih dekat. Peluangnya lumayan besar," imbuh dia.

Tahun lalu PT Timah berpartisipasi dalam Indonesia Afrika Forum (IAF) di Bali. Dalam acara tersebut juga ditanda tangani penandatanganan shareholder agreement antara Timah dan Topwide Venture Ltd.


Kesepakatan tersebut merupakan lanjutan dari Joint Venture Agreement yang sudah ditandatangani pada Desember 2017 terkait kegiatan usaha pertambangan timah di Nigeria. Direksi shareholder agreement ini memiliki total nilai kerja sama tahap pertama yang diperkirakan hingga US$ 26 juta.

Simak Video "Suvenir Timah, Oleh-oleh Khas Pulau di Perbatasan Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com