Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Sep 2019 09:58 WIB

'Setrum' Pasar Modal, Saham Kencana Energi Meroket 48%

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - PT Kencana Energi Lestari Tbk hari ini resmi mencatatkan sahamnya (listing) di pasar modal. Perusahaan berkode saham KEEN ini menjadi emiten baru ke-33 yang melakukan listing tahun ini.

Perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik tenaga air ini menawarkan saham perdananya di level Rp 396 per lembar saham. Namun saat pencatatan, saham KEEN melejit 48,99% menjadi Rp 590.

Di level harga tersebut saham KEEN sebenarnya cukup banyak ditransaksikan. Tercatat frekuensi transaksi sebanyak 37 kali, jumlah volume 30.558 lot saham dengan nilai sebesar Rp 1,8 miliar.

"Kami telah melajukan berbagai upaya persiapan IPO ini dengan beberapa aspek, di antaranya laporan keuangan konsolidasian yang diaudit untuk 31 Maret 2019," kata Direktur Utama KEEN, Henry Maknawi di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/9/2019).


KEEN melepas 733.262.500 lembar saham baru atau setara 20% dari modal yang disetor penuh perseroan setelah penawaran umum. Jika dihitung perusahaan mendapatkan dana segar sebesar Rp 290,37 miliar.

Pada saat yang bersamaan, perusahaan juga mengadakan program alokasi saham untuk karyawan (employee stock allocation/ESA) sebanyak 0,17% dari jumlah saham yang ditawarkan atau sebanyak 1.262.600 lembar saham.


Dana hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 55% akan digunakan untuk mendukung pengembangan hydro power plant dan energi baru terbarukan (EBT) lainnya. Lalu 25% untuk modal kerja dan sisanya 20% untuk belanja modal.

Perusahaan menunjuk menunjuk penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Bahana Sekuritas dan PT Mirai Asset Sekuritas Indonesia.

Hingga saat ini perseroan memiliki tiga proyek pembangkit listrik tenaga air di Sumatera dan Sulawesi dengan total kapasitas produksi 49 megawatt (mw). Perseroan juga memiliki kontrak penyediaan listrik jangka panjang Power Purchase Agreement (PPA).

Simak Video "Survei IPO: Prabowo Layak Jadi Menhan, Tito Tak Layak Jadi Mendagri"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com