Utang Tertutupi Ekspor, Spin Off Bogasari Mungkin Batal
Kamis, 27 Okt 2005 06:44 WIB
Jakarta - Rencana spin off Bogasari Flour Mills dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk kemungkinan besar diurungkan. Pasalnya tujuan semula spin off yakni untuk membayar utang dapat tertutupi dari nilai ekspor Indofood selama setahun sebesar US$ 160 juta US$. "Tujuan awal spin off Bogasari untuk menutupi utang, di mana di awal tahun 2005 mencapai 320 juta US$ telah terbayar dan tersisa huang US$ 172 juta per September. Maka tanpa spin off utang dapat terlunasi dengan ekspor setahun yang rata-rata mencapai US$ 160 juta" kata Wakil PresidenDirektur Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang.Menurut Franciscus, seusai berbuka puasa bersama wartawan di Gedung Dharma Wanita, Jl. Rasunasaid, Jakarta, Rabu (26/10/2005), Indofood masih mengkaji kemungkinan spin off dengan melihat kondisi pasar. Apabila menguntungkan dengan spin off, maka akan dilakukan.Dijelaskan Franciscus, Indofood tidak terlalu terpengaruh kenaikan BBM sebab telah mengantisipasi dengan men-switch penggunaan energi ke gas sebesar 40-50 persen. "Maka dari itu terget revenue kenaikan 5 persen tidak akan direvisi, karena kinerja kuartal ketiga lebih baik dari kuartal kedua," jelasnya.Mengenai permintaan tepung Bogasari menjelang Hari Raya, Presdir Bogasari ini menyatakan permintaan dalam negeri tepung terigu Bogasari terlihat flat tidak ada kenaikan. Puncak permintaan telah terjadi bulan lalu sebanyak 240 ribu ton, sementara di bulan ini permintaan 220 ribu ton."Ditambah permintaan ekspor Bogasari dengan nilai ekspor Bogasari setahun mencapai 50 Juta US$ ke negara Jepang, Hongkong, Thailand, singapura dan Libya," jelas Franciscus.
(gtp/)











































