Biaya Produksi Membengkak,Laba Timah Triwulan III Turun 12%
Kamis, 27 Okt 2005 18:25 WIB
Jakarta - Membengkaknya biaya pokok penjualan hinga 81,8 persen membuat laba bersih PT Timah Tbk (TINS) sampai triwulan III-2005 turun 12,75 persen menjadi 101,2 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 116 miliar.Harga pokok penjualan (biaya produksi) yang naik 81,8 persen menjadi Rp 2,229 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,226 triliun, membuat penjualan perusahaan tergerus.Meski demikian penjualan naik 48,6 persen menjadi Rp 2,605 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,753 triliun. Sedangkan laba usaha turun 43,5 persen menjadi Rp 203,9 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 361,4 miliar."Sampai triwulan tiga produksi naik yang membuat penjualan naik, tapi biaya juga naik karena pengaruh BBM," kata Direktur Keuangan Timah, Wachid Usaman dalam publik ekspose di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis (27/10/2005).Menurut Wachid, kenaikan BBM telah mempengaruhi peningkatan terhadap biaya produksi sebesar 15-20 persen. Biaya produksi yang terbesar terutama untuk operasi kapal keruk dan peleburan. "Kenaikan produksi mengakibatkan peningkatan kapasitas produksi, terutama di Bangka dan Gundur Riau, dari jumlah 15 kapal yang ada sebanyak 5-7 untuk di Gundur dan sisanya di Bangka," kata Wachid.Penurunan laba bersih juga karena harga timah turun dari Rp 6.500 per kilogram dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 7.000 per kilogram. Produksi timah sampai triwulan III-2005 mencapai 23.818 ton dengan penjualan 22.643 ton.Total aset perusahaan sampai triwulan III-2005 mencapai Rp 2,781 triliun. Terdiri dari kewajiban lancar Rp 893,2 miliar, kewajiban tidak lancar Rp 363,8 miliar dan ekuitas Rp 1,524 triliun.
(ir/)











































