Investor Masih Takut Koleksi Saham Perbankan
Jumat, 11 Nov 2005 09:30 WIB
Jakarta - Tingginya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) satu bulan sebesar 12,25 persen sebagai dampak meroketnya inflasi Oktober masih menjadi mendung hitam untuk transaksi saham akhir pekan ini. Investor masih menghindari saham-saham perbankan dan saham-saham yang rentan terhadap kenaikan suku bunga seperti sektor properti. Sebaliknya, pelaku pasar akan melakukan pembelian selektif saham-saham yang tidak rentan suku bunga seperti infrastruktur dan tambang. Belum adanya sentimen positif yang mampu menggerakkan pasar, akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (11/11/2005) cenderung bergerak melemah. Bahkan tewasnya buronan teroris nomor wahid di Indonesia Dr. Azahari tidak mendapat respon dari pasar. Namun pelemahan indeks, diprediksi mulai berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya, karena bursa regional juga pagi ini rata-rata dibuka positif. Kondisi ini diharapkan memberikan imbas ke pasar saham Indonesia untuk sedikit rebound. Pada penutupan perdagangan Kamis (10/11/2005), IHSG melemah 9,124 poin ke level 1.043,697. Turunnya indeks pada Kamis kemarin, karena tekanan jual saham perbankan akibat kekhawatiran kenaikan suku bunga.
(ir/)











































