ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Nov 2019 15:38 WIB

Penjualan Domestik Tergerus, Krakatau Steel Rugi Rp 2,9 T

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Krakatau Steel (istimewa) Foto: Krakatau Steel (istimewa)
Jakarta - Pabrik baja pelat merah, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk kembali mencatatkan rugi. Pada triwulan III atau 9 bulan pertama tahun 2019, emiten dengan kode saham KRAS ini mencatat nilai kerugian mencapai US$ 211,912 juta atau setara Rp 2,96 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Mengintip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip detikcom, Senin (4/11/2019), kerugian itu disumbang oleh tertekannya pendapatan bersih perusahaan pada kuartal III-2019 yang hanya sebesar US$ 1,053 miliar atau sekitar Rp 14,7 triliun. Lebih rendah dari pendapatan bersih yang berhasil dicatat pada kuartal III-2018 yang senilai US$ 1,276 miliar atau Rp 17,8 triliun.

Padahal, penjualan baja di pasar ekspor tercatat mengalami kenaikan menjadi US$ 90,92 juta. Sayangnya penjualan di pasar domestik malah melempem ke angka US$ 776 juta dari sebelumnya US$ 1,09 miliar.


Perusahaan sendiri terpantau sudah berhasil meningkatkan efisiensi, tercermin dari penurunan beban pokok penjualan dari US$ 1,161 miliar menjadi US$ 995,353 juta.

Sayang, beban keuangan perseroan tercatat mengalami kenaikan dari sebelumnya US$ 79,106 juta menjadi US$ 92,824 juta pada kuartal III-2019.


Kondisi itu lah yang membuat keuangan KRAS babak belur pada kuartal III-2019. Bahkan, rugi yang dicatatkan KRAS melonjak tajam dari Kuartal III-2018 yang hanya US$ 37,382 juta menjadi US$ 211,912 juta di Kuartal III-2019.

Simak Video "Penyuap Eks Direktur Krakatau Steel Divonis 1 Tahun 9 Bulan Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com