ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Nov 2019 20:32 WIB

Garuda Indonesia Cetak Laba Rp 1,7 Triliun, Ini Penjelasannya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia (Shinta/detikTravel) Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia (Shinta/detikTravel)
Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar US$ 122,42 juta atau Rp 1,71 triliun (kurs Rp 14.000) hingga kuartal III 2019. Laba ini meningkat pesat dibanding periode sama tahun lalu yang mencatat rugi US$ 114,08 juta atau Rp 1,59 triliun.

Laba Garuda ditopang oleh peningkatan total pendapatan menjadi US$ 3,54 miliar dari periode sebelumnya US$ 3,21 miliar.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menjelaskan, laba Garuda meroket karena adanya penyesuaian ketersediaan kursi.


"Nah itu dia, kan kita sekarang ini poinnya adalah, kan revenue meningkat, sama itu, capacity adjustment kan jadi cost-nya menurun," katanya di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (4/11/2019).

Dia menjelaskan, sebelumnya Garuda hanya mengejar target penumpang. Saat ini, manajemen mengubah strategi yakni dengan menyesuaikan permintaan penumpang.

"Nah sekarang enggak, memang kita paham pasar ya kalau memang low season kita harus menyesuaikan kapasitas. Jadi lebih efektif, fuel kita juga lebih hemat, dan crew kita bisa training, pesawat bisa masuk maintenance," ujarnya.





Simak Video "Ilmuwan Manfaatkan Laba-laba Perangi Keganasan Nyamuk Malaria"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com