Dimotori Saham Astra, IHSG Terpangkas 11 Poin
Senin, 14 Nov 2005 16:46 WIB
Jakarta - Belum munculnya sentimen positif, kembali membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 11,251 poin pada level 1.017,733. Penurunan indeks dimotori oleh saham Astra Internasional dan sektor pertambangan.Sentimen negatif seperti tingginya suku bunga dan inflasi belum beranjak dari pasar saham. Selain itu perhatian investor juga tertuju dengan rencana perombakan kabinet SBY-JK.Indeks LQ-45 turun 2,448 poin pada level 216,715, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,087 poin pada level 173,654, Main Board Index (MBX) turun 2,813 poin pada level 277,146, dan Development Board Index (DBX) turun 3,429 poin pada level 210,061.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 7.992 kali pada volume 1.480.437 lot saham senilai Rp 667,489 miliar. Sebanyak 15 saham naik, 90 saham turun dan 257 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser di antaranya, Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 8.300, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 150 menjadi Rp 5.300, United Tractors (UNTR) turun Rp 125 menjadi Rp 3.250, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 60 menjadi Rp 1.200, dan Medco Energi International (MEDC) turun Rp 50 menjadi Rp 3.175. Sedangkan saham-saham yang masih mencatat kenaikan harga di top gainer antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 4.975, Indosat (ISAT) naik Rp 50 menjadi Rp 5.000, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 3.025, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 25 menjadi Rp 2.425, dan Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) naik Rp 10 menjadi Rp 840.Menurut Budi Ruseno, analis dari Bhakti Capital, Senin (14/11/2005), penurunan indeks masih dipengaruhi sentimen kenaikan inflasi dan suku bunga. Sedangkan melemahanya harga saham pertambangan karena terkait dengan turunnya harga bahan tambang dan minyak internasional.Budi memperkirakan, kemungkinan dalam waktu dekat indeks bisa terkoreksi di bawah level 1.000. "Kalau levelnya sudah menyentuh 1.002 ini akan mudah anjlok lagi ke level 984, kelihatannya memang pelaku pasar sedang menguji indeks," katanya.
(ir/)











































