Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Nov 2019 15:21 WIB

Mengintip Peluang IPO Industri Properti

- detikFinance
Ilustrasi Industri Properti (Foto: Pradita Utama) Ilustrasi Industri Properti (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Tren industri co-living memiliki prospek bisnis yang cukup menjanjikan, khususnya residensial dengan harga dibawah Rp800 juta dan memiliki pendapatan berulang atau tetap seperti passive income setiap bulannya.

Edwin Sebayang Analis MNC Sekuritas mengungkapkan tren tersebut bagus karena backlog atau defisit ketersediaan akan tempat tinggal/rumah mencapai 300-400 ribu unit per tahun.

Sehingga, menurutnya kebutuhan masyarakat akan hunian seperti hotel maupun properti berkonsep co-living masih sangat besar.

"Perusahaan properti yang memiliki prospek bagus antara lain properti di sektor industri, berkaitan dengan emiten properti yang mendapatkan pendapatan berulang seperti hotel, mal dan konsep co-living karena lebih stabil dibanding yang hanya khusus jual putus," terangnya.


Edwin menambahkan apabila dilihat secara rata-rata year to date kinerja emiten properti terbilang masih lumayan bagus. Namun, hal itu juga harus didasari oleh kinerja fundamental perusahaan tersebut.

Apabila ada perusahaan properti berencana melakukan IPO, saat ini dinilai sebagai waktu yang tepat. Selain tren suku bunga pinjaman terus menurun, loan to value (LTV) diperlonggar dan asing makin mudah memiliki aset properti di Indonesia.

"Sektor properti ke depannya diperkirakan akan bergairah. Kalau mau IPO saat ini, sangat tepat karena kondisi ekonomi sedang stabil," bebernya.


Salah satunya, pemain bisnis co-living yang sudah lama berkecimpung yakni PT Hoppor International atau lebih dikenal Kamar Keluarga.

CEO Kamar Keluarga Charles Kwok menjelaskan Konsep co-living yang telah dijalankan oleh Kamar Keluarga memiliki ekosistem terpadu dengan jaringan yang luas, layanan lengkap, dan harga yang terjangkau. Hanya dalam kurun waktu dua tahun, Kamar Keluarga telah memiliki 2.041 kamar yang tersebar di 75 lokasi strategis dan dekat dengan sarana TOD.

"Potensi industri ini sangat besar dan hal ini membuat kami berkembang dengan pesat serta membuat seluruh mitra kami menikmati manfaat dari passive income yang ada," tutup Charles.

Simak Video "Survei IPO: Prabowo Layak Jadi Menhan, Tito Tak Layak Jadi Mendagri"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com