Saham General Motors Anjlok ke Posisi Terendah Sejak 1987
Kamis, 17 Nov 2005 10:35 WIB
Jakarta - Nasib perusahaan otomotif terbesar dunia General Motors (GM) semakin di ujung tanduk. Setelah terus menerus didera kerugian, kini GM tengah dirundung masalah pemogokan karyawan dari perusahaan pemasok komponen otomotif terbesarnya, Delphi.Investor pun mulai mencemaskan bayangan kebangkrutan GM menyusul Delphi. Akibatnya, saham GM anjlok hingga mencapai posisi terendah sejak Oktober 1987.Setelah sempat anjlok hingga 30 persen pada bulan Oktober, saham GM pada perdagangan Rabu (16/11/2005) ditutup turun 5,8 persen menjadi US$ 21,29, setelah sempat melemah hingga US$ 20,90. Level tersebut merupakan yang terendah sejak Oktober 1987. Menurut analis dari Jefferies, Art Hogan, sejumlah investor mulai mencemaskan kebangkrutan GM mengikuti Delphi."Mereka memiliki masalah yang sama dalam hal biaya-biaya peninggalan. Jika mereka harus mengikuti jalan yang sama dan mendaftarkan kebangkrutan, maka hal itulah yang akan menjadi isu utama," ujar Hogan seperti dilansir AFP, Kamis (17/11/2005).Bahkan sejumlah analis seperti ditulis dari AP memprediksi GM akan mendaftarkan kebangkrutan dalam 12 bulan mendatang. Bangkrutnya perusahaan kebanggaan AS itu, disebabkan karena anjloknya penjualan dan tingginya biaya pemeliharaan kesehatan para pekerja dan pensiunannya."Pasar mencoba untuk memberitahu bahwa saat ini lebih banyak pialang yang mulai melihat risiko lebih besar dari skenario default dan mungkin muncul lebih cepat di kemudian hari," ujar John Tierney, analis dari Deutsche Bank Securities di New York. Juru bicara GM Jerry Dubrowski secara tegas menyatakan, bahwa hingga saat ini GM sama sekali tidak ada rencana untuk mendaftarkan kebangkrutan. Ia mencatat, saat ini GM masih memiliki uang tunai sekitar US$ 19 miliar.Namun Dubrowski menolak mengomentari soal anjloknya harga saham dan nilai obligasi GM. "Kami tidak akan memberikan komentar soal harga saham dan obligasi. Saya kira kita tidak punya wewenang," tegasnya.Mengenai masalah pemogokan di Delphi yang dikhawatirkan menyeret GM, juru bicara GM lainnya, Toni Simonetti menepis secara tegas kekhawatiran analis tersebut. Dikatakan, GM telah berhasil mencapai sejumlah kesepakatan dengan serikat pekerja untuk masalah biaya pemeliharaan kesehatan.Ancaman pemogokan Delphi sebelumnya disampaikan oleh United Auto Workers (AUW) yang menyesalkan adanya pemotongan gaji yang diusulkan oleh Delphi. Usulan itu ditolak mentah-mentah oleh AUW."Solusi dari Delphi hanya akan membuat para pekerja hampir mendekati level miskin, sementara para pejabatnya malah mendapat bonus hingga US$ 90 juta,' sesal AUW dalam pernyataannya.Selanjutnya AUW mengancam munculnya pemogokan pada pemasok terbesar GM tersebut. Atas ancaman itu, Simonetti mengatakan bahwa masalah itu hanya berhubungan dengan Delphi dan tidak akan hinggap ke GM.GM saat ini tengah berjuang melawan anjloknya keuntungan dan berkurangnya pangsa pasar. Tercatat GM menderita rugi hingga US$ 3,8 miliar pada tiga kuartal tahun 2005. Sementara penjualannya pada September dan Oktober 2005 diprediksi turun hingga 20 persen.
(qom/)











































