Pengumuman S&P Dinilai Bawa Angin Segar buat IHSG

Pengumuman S&P Dinilai Bawa Angin Segar buat IHSG

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 13 Jul 2026 19:42 WIB
PT Bumi Sepong Damai Tbk (BSDE), membuka bursa perdagangan IDX di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/06/2016).
Ilustrasi.Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia disebut kembali dalam jangka pendek. Hal tersebut tercermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat signifikan pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (13/7/2026).

Berdasarkan analisis MNC Sekuritas, kembalinya kepercayaan investor didorong oleh keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Lembaga tersebut juga mempertahankan prospek Indonesia pada level stabil.

IHSG diketahui menguat 1,92% ke level 6.037,84 hingga penutupan perdagangan sore ini. Indeks saham bergerak menguat dari level 5.934,71 pada pembukaan perdagangan pagi tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga menilai keputusan ini membantu kepercayaan investor bagi IHSG dalam jangka pendek," ungkap MNC Sekuritas, Senin (13/7/2026).

Pengakuan S&P ini disebut memperkuat persepsi terhadap stabilitas fundamental Indonesia, yang berpotensi menjaga premi risiko tetap rendah dan mendukung stabilitas yield Surat Utang Negara (SUN). Di saat yang sama, keputusan ini dapat memperkuat tren arus masuk modal asing ke pasar obligasi yang mulai terbentuk sejak awal Juli.

ADVERTISEMENT

Sementara Phintraco Sekuritas, menilai ketepatan S&P disambut positif para investor yang sebelumnya khawatir peringkat utang dan prospek Indonesia akan diturunkan. Namun pada waktu tersebut, perdagangan Rupiah di pasar spot telah ditutup melemah 0.24% di level Rp 18,109/US$.

"Sentimen positif berasal dari S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada BBB dan jangka pendek pada A-2. Prospek peringkat jangka panjang masih dipertahankan di Stabil. Hal ini direspon positif oleh pasar yang sebelumnya khawatir jika peringkat atau prospek Indonesia diturunkan," jelas Phintraco Sekuritas dalam analisisnya.

Hingga penutupan perdagangan, diketahui volume perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebanyak 26,30 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,13 triliun. Sementara frekuensi saham yang diperdagangkan tercatat sebesar 2.701.166 kali sepanjang hari ini.

Indeks perdagangan utama LQ45 juga tercatat menguat 2,23% ke level 602.372 hingga penutupan hari ini. Tercatat sebanyak 377 saham menguat, 250 saham melemah, dan 167 saham bergerak stagnan.

Sebagai informasi, S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia. Lembaga pemeringkat itu menilai, indikator ekonomi Indonesia dari sisi fiskal maupun eksternal bersifat sementara dan berpotensi membaik dalam beberapa tahun ke depan.

Hal tersebut terjadi seiring dengan kenaikan harga komoditas dan upaya pemerintah meningkatkan penerimaan negara. Alhasil, S&P mempertahankan peringkat utang jangka panjang maupun jangka pendek dengan outlook stabil.

"Pada 13 Juli 2026, S&P Global Ratings menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil," tulis laporan S&P, Senin (13/7/2026).

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads