Jokowi: Bersihkan Pasar Modal dari Praktik Goreng Saham

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 02 Jan 2020 10:43 WIB
Foto: Jokowi (tengah) Membuka Perdagangan Saham 2020 (Andhika Prasetya)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membersihkan pasar modal dari transaksi tidak sehat atau yang disebut goreng saham.

Jokowi bilang, kinerja pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2019 cukup menggembirakan. Di mana ada 55 perusahaan yang mencatatkan perdana. Angka ini merupakan tertinggi di ASEAN dan ke-7 di dunia.

"Kepercayaan yang begitu besar dari berbagai pihak harus kita jaga karena dalam kesempatan ini saya berpesan dan mendukung agar otoritas bursa, OJK, BEI segera membersihkan bursa dari praktik-praktik jual beli saham yang tidak benar. Jangan kalah dengan yang jahat-jahat. Hati-hati, harus bersih, berintegrasi, berani." kata Jokowi di gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/1/2020).


Jokowi bilang penggalangan dana yang berasal dari pasar modal pun mencapai Rp 877 triliun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi pencapaiannya. Bahkan jumlah investor pun mengalami peningkatan.

"Ini sangat penting karena bursa yang bersih dan berintegritas akan membawa kita ke depan lebih baik dan lebih maju. Mungkin awal-awal ada goncangan dikit-dikit. Tapi jangka menengah dan jangka panjang pasti akan lebih baik," jelasnya.

Mantan Wali Kota Solo ini juga meminta OJK dan PT BEI untuk menciptakan sistem transaksi di pasar modal yang transparan, terpercaya, dan valid. Pasalnya, hal itu sangat penting bagi kepercayaan investor dalam dan luar negeri.

"Jangan sampai ada lagi dari 100 digoreng-goreng jadi 1.000 goreng-goreng jadi 4.000. Ini menyangkut kepercayaan yang akan kita bangun. Praktik goreng-gorangan saham yang menimbulkan korban dan kerugian tidak boleh ada lagi. Berikan perlindungan kepada investor. Manipulasi pasar dan trans keuangan yang menjurus pada fraud, pada kriminal harus ditindak dengan tegas. Sudah," tegas Jokowi.


"Tahun 2020 saya harapkan dapat menjadi momentum bagi OJK, BEI untuk mencanangkan tahun pembersihan pasar modal dari para manipulator. Yang sering memanipulasi. Manipulator ya berarti sering manipulasi. Yang nggak benar dipoles-poles jadi benar. Yang 100 tadi dipoles-poles jadi 1.000. Hati-hati. Bersihkan dan hentikan ini," sambung dia.

Simak Video "Buka Perdagangan 2020, Jokowi: Jangan Ada Goreng-goreng Saham!"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)