Hijau Seharian, IHSG Ditutup Cerah di 6.325

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 14 Jan 2020 16:24 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup positif. IHSG naik 28 poin (0,45%) ke 6.325.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore ini berada di Rp 13.681.

Pada pra perdagangan, IHSG menguat 12 poin (0,19%) ke 6.308. Indeks LQ45 naik 3,5 poin (0,35%) ke 1.023.

Pada pembukaan perdagangan, Selasa (14/1/2020), IHSG bertambah 19 poin (0,3%) ke 6.295. Indeks LQ45 naik 3 poin (0,3%) ke 1.028.

Hingga sesi I berakhir, IHSG naik 9 poin (0,15%) ke 6.306. Sedangkan indeks LQ45 bertambah 1,8 poin (0,18%) ke level 1.027.

Pada sesi II, IHSG menguat 28 poin (0,45%) ke 6.325. Sedangkan indeks LQ45 bertambah 7 poin (0,69%) ke level 1.032.

Perdagangan saham ditransaksikan 513.111 kali dengan nilai Rp 7,7 triliun. Sebanyak 165 saham menguat, 219 saham turun, dan 164 saham stagnan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 28,907.05 (+0.29%), NASDAQ ditutup 9,273.93 (+1.04%), S&P 500 ditutup 3,288.13 (+0.70%).

Bursa US ditutup menguat setelah adanya kabar bahwa US akan menghilangkan China dari daftar negara yang memanipulasi mata uangnya. Hal ini memberikan sinyal positif pada investor bahwa perjanjian dagang fase 1 antara US-China yang akan ditanda tangani pada tanggal 15 Januari 2020 ini semakin mungkin terjadi.

Perjanjian dagang fase 1 ini diekspektasi akan menurunkan tarif impor produk dari China ke dalam US dan pengikatan kontrak China untuk membeli hasil agrikultur dari US. Di sisi lain, bursa Asia dibuka positif atas optimisme pasar terhadap penandatanganan perjanjian dagang fase 1 dan data ekonomi China terkait export yang akan diumumkan pada hari ini.

Bursa Asia sore ini bergerak variatif, berikut pergerakannya:
  • Indeks Nikkei 225 naik 174 poin ke 24.025
  • Indeks Hang Seng turun 69 poin ke 28.885
  • Indeks Shanghai melemah 8 poin ke 3.106
  • Indeks Strait Times menguat 15 poin ke 3.266


Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/fdl)