Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 14 Jan 2020 17:25 WIB

Profil Emiten Ikan Arwana yang Sahamnya Dikoleksi Jiwasraya dan Asabri

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Entah kenapa saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) begitu menarik bagi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero). Keduanya berinvestasi di saham emiten peternakan ikan arwana itu dengan nilai yang begitu besar.

Padahal kinerja keuangan perusahaan itu begitu mengecewakan. Kinerja sahamnya juga sama. Saat ini harga sahamnya berada di level paling rendah Rp 50 per lembar atau saham gocapan.

Lalu perusahaan apa sebenarnya Inti Agri Resources ini?

Melansir laporan keuangan tahunan perusahaan, IIKP didirikan pada 16 Maret 1999 dengan nama PT Inti Indah Karya Plasindo. Awalnya perusahaan ini bergerak dalam bidang usaha plastik.

Lalu pada tanggal 14 Oktober 2002 IIKP mencatatkan sahamnya pertama kali di pasar modal. Saat dicatatkan pertama kali IIKP menawarkan sahamnya di level Rp 450 per lembar saham.

Dalam perkembangannya, perseroan melihat peluang besar dalam industri ikan hias khususnya ikan arwana super red. Sehingga pada Maret 2005 melalui persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan mengubah kegiatan usaha untuk fokus pada industri Ikan arwana super red dan berganti nama menjadi PT Inti Kapuas Arowana Tbk. Kemudian perusahaan kembali berganti nama pada April 2008 menjadi PT Inti Agri Resources Tbk.



Dalam menjalankan bisnisnya di bidang ikan arwana, IIKP mulai mengambil alih usaha penangkaran ikan arwana tradisional di Pontianak, serta mengakuisisi lahan yang dikembangkan menjadi tambak-tambak.

Kegiatan penangkaran ikan itu dilakukan bersama-sama dengan anak perusahaan yaitu PT Inti Kapuas International dan PT Bahari Istana Alkausar.

Struktur kepemilikan di dua anak usaha itu hampir sama, 99,84% saham Inti Kapuas International dimiliki IIKP sisanya atas nama Susanti Hidayat. Lalu sebesar 99,97% saham Bahari Istana Alkausa dipegang IIKP sisanya juga atas nama Susanti Hidayat.

Struktur organisasi kedua anak usaha itu juga sama, hanya memiliki 1 komisaris yakni Bambang Setiawan dan 1 direktur yakni Susanti Hidayat.

IIKP juga berkaitan dengan Heru Hidayat yang belakangan ini namanya disebut-sebut dalam sengkarut masalah Jiwasraya dan Asabri. Menurut Kementerian BUMN, Heru dan Benny Tjokro memiliki utang investasi di Asabri. Keduanya tengah ditagih utangnya oleh pemerintah.

Heru sendiri saat ini merupakan Komisaris Utama IIKP. Heru memiliki saham di IIKP secara tidak langsung melalui PT Maxima Integra Investama. Perusahaan yang dipegang 99,5% oleh Heru itu memiliki saham PT Maxima Agro Industri sebesar 99%. Nah PT Maxima Agro Industri itu kini memiliki 6,3% saham IIKP.



Simak Video "Jokowi Minta Erick Thohir cs 'Beresin' Kasus Jiwasraya-Asabri"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com