Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 28 Jan 2020 19:22 WIB

Krakatau Steel Dapat Keringanan Bayar Utang Rp 27 Triliun

Soraya Novika - detikFinance
Restrukturisasi utang Krakatau Steel Restrukturisasi utang Krakatau Steel/Foto: Soraya Novika/detikcom
Jakarta -

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk akhirnya berhasil mendapatkan keringanan bayar utang dari 10 bank. Keringanan bayar utang itu didapat setelah menandatangani perjanjian kredit restrukturisasi utang senilai US$ 2 miliar atau setara Rp 27,22 triliun (US$ 1 = Rp 13.611) dengan 10 kreditur.

"Restrukturisasi utang ini adalah restrukturisasi hutang terbesar yang pernah ada di Indonesia. Memang tidak mudah dan prosesnya cukup panjang, kita sudah mulai sejak 22 Desember 2018 lalu. Alhamdulillah 12 Januari 2020 kemarin, kita berhasil tandatangani dengan bank yang ikut program restrukturisasi ini artinya 100% sudah terestruktur," ujar Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim dalam acara Public Expose Krakatau Steel di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Sebelumnya pada 30 September 2019 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank), PT Bank Central Asia Tbk. telah sepakat untuk melakukan relaksasi pembayaran hutang dalam perjanjian induk rekstrukturisasi (MRA).


Pada 29 Desember 2019 PT Bank DBS Indonesia dan FT Bank OCBC NISP Tbk mengawali perjanjian aksesi atau penundukannya terhadap perjanjian induk restrukturisasi.

Kemudian, pada 12 Januari 2020 dua bank swasta lainnya yakni Standard Chatered Bank Indonesia dan PT CIMB Niaga Tbk turut tunduk dalam perjanjian induk yang sama.

Lebih lanjut, Silmy menjelaskan bahwa penandatanganan persetujuan pembiayaan ini dilakukan untuk mendukung rencana transformasi bisnis dan keuangan Krakatau Steel menjadi lebih sehat.

"Beban bunga dan kewajiban pembayaran pokok pinjaman menjadi lebih ringan sehingga membantu perbaikan kinerja perusahaan dan memperkuat cashflow perusahaan," tambahnya.


Proyek restrukturisasi ini berlangung selama sembilan tahun yakni dari 2019-2027, dalam jangka panjang diharapkan operasi perusahaan menjadi lebih baik.

"Melalui restrukturisasi ini, total beban bunga selama sembilan tahun hutang dapat diturunkan secara signifikan dari US$ 847 juta menjadi US$ 466 juta. Selain itu, penghematan biaya juga kita dapatkan dari restrukturisasi Krakatau Steel hutang selama sembilan tahun sebesar US$ 685 juta," ungkapnya.



Simak Video "Krakatau Steel Dapat Keringanan Bayar Utang Senilai Rp 27 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com