Sentimen Inflasi, IHSG Terancam Profit Taking
Jumat, 02 Des 2005 09:40 WIB
Jakarta -
Masih tingginya inflasi November yang diatas 1 persen atau diluar ekspektasi pasar memberikan sentimen negatif kepada pasar saham.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan Jumat (2/12/2005) dipredikdi akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Pasalnya, investor masih akan melihat kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menyikapi inflasi yang secara kumulatif periode Januari-November 2005 sebesar 17,17 persen. Sedangkan tingkat inflasi year on year (November 2005 terhadap November 2004) telah mencapai 18,38 persen. Investor akan mulai melepas saham-saham yang dinilai sudah jenuh beli (overbought) dan melakukan pembelian selektif saham lapis dua yang memiliki fundamental bagus.Pada penutupan Kamis kemarin (1/12/2005), IHSG terkoreksi 0,270 poin pada level 1.096,371. Penurunan indeks dimotori oleh jatuhnya saham Perusahaan Gas Negara (PGN) yang beberapa hari terakhir terus mengalami kenaikan signifikan.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































