Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Feb 2020 11:34 WIB

Bayang-bayang Corona Bikin Dolar AS Tekan Rupiah ke Rp 13.910

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Dolar Amerika Serikat (AS) masih perkasa di kisaran Rp 13.000. Pada hari ini dolar AS diperdagangkan di Rp 13.185. Posisi dolar AS terkuat adalah Rp 13.193. Ilustrasi/Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tercatat bergerak ke level Rp 13.910. Mata uang Paman Sam menguat 45 poin dibandingkan hari sebelumnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menjelaskan hari ini seluruh mata uang Asia melemah termasuk rupiah. Pelemahan rupiah diwarnai oleh kewaspadaan virus corona.

"Kekhawatiran dampak ekonomi dari meluasnya wabah COVID-19 (Corona) ke berbagai negara terutama di Eropa memicu aksi flight to quality dari emerging market asset ke safe haven instrument terutama obligasi pemerintah AS atau US Treasury Bond," kata Nanang di Gedung BI, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Dia menjelaskan karena itu yield US treasury bond turun ke 1,30% karena investor mengalihkan dana ke US bond, dan melepas aset yang dipandang berisiko.

Nanang menyebut pagi ini investor asing melepas SBN sekitar Rp 3 triliun. BI menyebut akan berada di pasar agar pelemahan rupiah tidak terlalu tajam.

"Untuk mencegah pelepasan SBN asing yang dapat mengarah pada aksi lepas yang besar besaran (large sell off) dan mengganggu stabilitas pasar keuangan BI melakukan aksi pembelian SBN dengan tegas," ujar dia.

Menurut Nanang, di tengah ketidakpastian yang tinggi di pasar keuangan global saat ini, pelaku pasar terutama traders di treasury perbankan diimbau untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan otoritas agar stabilitas dan integritas pasar keuangan nasional terjaga kondusif.



Simak Video "Rupiah Keok Dihajar Dolar AS, Tembus Rp 14.500"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com