Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 05 Mar 2020 15:19 WIB

Mandiri Investasi Targetkan Dana Kelolaan Rp 66 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Illustrasi Uang Rupiah dan Dollar Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Mandiri Manajemen Investasi tahun ini menargetkan dana kelolaan tahun ini sebesar RP 66 triliun.

Direktur Utama Mandiri Investasi Alvin Pattisahusiwa mengungkapkan target tersebut karena pergerakan pasar kauangan tahun 2020 yang cenderung kondusif pada pertengahan tahun.

Khususnya untuk kelas aset berisiko tinggi seperti saham. "Di sisi lain diperkirakan kebijakan moneter yang cukup longgar dari bank sentral AS juga masih akan tetap berlanjut," kata Alvin dalam konferensi pers Market Outlook di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Dia menjelaskan saat ini Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk melakukan satu atau dua kali pemotongan suku bunga acuan di tahun 2020 yang akan berdampak positif bagi kelas aset pendapatan tetap.

Alvin menyebut, diperkirakan BI akan memangkas bunga acuan hingga 50 basis pon (bps) hingga akhir 2020 ini.

Kemudian, saat ini Mandiri Investasi telah menyiapkan berbagai ekosistem dalam mensiasati era disruptions ini. Misalnya dengan produk Reksa Dana yang memiliki fitur pencairan di hari yang sama atau Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang 2 (MIPU2). Reksa Dana ini untuk mendukung eksosistem digital dengan menyasar e-wallet dari industri fintech.


Selain itu Mandiri Investasi juga telah memiliki produk Reksa Dana all weather fund yaitu Reksa Dana Mandiri Investasi Obligasi Nasional bagi investor yang ingin memiliki fleksibilitas untuk berinvestasi dalam surat utang negara berdenominasi dolar AS atau Rupiah.

Kemudian Mandiri Investasi juga memiliki produk Reksa Dana yang telah di-revamp dengan tema global disruption yaitu Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar (MGSED) yang berinvestasi pada portofolio Efek Syariah Luar Negeri yang memiliki kemampuan untuk melakukan disruptions kepada produk global.

Lalu Mandiri Investasi juga memiliki produk yang memberikan disruptions kepada produk konvensional industri Reksa Dana yaitu produk-produk investasi alternatif seperti KIK EBA, KIK DINFRA dan Reksa Dana Penyertaan terbatas (RDPT). Di tahun ini Mandiri Investasi juga menerbitkan produk inovatif Investasi Alternatif lainnya yaitu KIK EBA Syariah dan DINFRA lanjutan.



Simak Video "Dengan Rp 10.000 Bisa Investasi di Reksa Dana!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com