Corona Pukul Rupiah, Dolar AS Bisa Tembus Rp 15.000?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 13 Mar 2020 11:17 WIB
Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus Rp 13.000,- menjadi alarm buat investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun masuk dalam tren melemah yang cukup parah dalam beberapa hari terakhir. Seorang nasabah tengah menukar mata uang dolar di Bank CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (16/06/2015). Rengga Sancaya/detikcom.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah terus menguat. Mengutip Reuters, pukul 10.00 dolar tercatat Rp 14.810, menguat dibandingkan hari sebelumnya.

Pada pembukaan dolar AS diperdagangkan di level Rp 14.500. Kemudian terus melesat ke posisi Rp 14.800an. Hanya tinggal beberapa poin lagi, dolar AS menyentuh Rp 15.000. Apakah bisa?

Kepala Riset Buana Capital Suria Dharma mengungkapkan penguatan dolar AS ini terjadi karena kepanikan di pasar global akibat penyebaran virus corona.

"Iya (bisa Rp 15.000) karena pasar global panik karena penyebaran Covid-19 di Eropa dan Amerika Serikat (AS) dan ditambah lagi dengan perang harga minyak, ini yang menyebabkan rupiah tertekan juga," kata Suria saat dihubungi detikcom, Jumat (13/3/2020).



Dia mengungkapkan, investor asing juga masih melakukan net sell dalam beberapa waktu terakhir baik dari bonds maupun saham.

Selanjutnya, bank sentral AS The Federal Reserve juga diproyeksi akan melakukan pemangkasan bunga sekitar 50 bps - 75 bps minggu depan.

Menurut dia, intervensi dari Bank Indonesia (BI) harus dilakukan pada momen yang tepat.

"BI tentunya sudah punya kapabilitas dan pengalaman, percuma intervensi berlebihan pada saat global sedang panik," jelas dia.



Simak Video "Jokowi: Inflasi Tetap 3%, Nilai Tukar Rp 14.350 per Dolar AS"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)