Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 17 Mar 2020 14:37 WIB

Kinerja Perusahaan Investasi Sandiaga Uno di Tengah Perlambatan Ekonomi

Danang Sugianto - detikFinance
Infografis Saham Saratoga Sandi Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta -

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melaporkan telah membukukan laba bersih Rp 7,3 trilun di sepanjang 2019. Torehan itu berbanding terbalik dengan 2018 yang mana perusahaan investasi ini rugi Rp 6,2 triliun.

Kenaikan laba bersih yang signifikan tersebut didorong oleh peningkatan nilai investasi dan pendapatan dividen perusahaan investasi Saratoga. Pada periode ini Net Asset Value Saratoga mencapai Rp 22,85 triliun, meningkat 44,9%, dari Rp15,77 triliun pada 2018.

Pada tahun 2019, investasi dalam saham dan efek ekuitas mencatat keuntungan bersih sebesar Rp 6,2 triliun. Hal ini terutama didorong oleh kenaikan harga saham mark-to-market dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Perusahaan yang sahamnya juga dipegang Sandiaga Uno juga berhasil membukukan pendapatan dividen sebesar Rp 1,99 triliun, meningkat 121,5% dari perolehan 2018 yakni Rp 900 miliar. Pendapatan dividen tersebut merupakan yang tertinggi sejak Saratoga menjadi perusahaan publik. Pendapatan dividen berasal dari kontribusi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT Adaro Energy Tbk dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

"Kami bersyukur atas pencapaian di tahun 2019. Kinerja yang kuat dari perusahaan investasi didukung oleh fundamental bisnis yang solid. Sebagai pemegang saham berbagai perusahaan investasi, tugas kami untuk terus terlibat dan mendukung perusahaan mencapai potensi yang maksimal. Juga sebagai perusahaan investasi aktif, Saratoga yakin terhadap potensi jangka panjang dari tiga sektor utama yakni sumber daya alam, infrastruktur, dan konsumen. Perusahaan akan terus berinvestasi secara aktif di tiga pilar tersebut seperti yang sudah dilakukan selama ini," kata Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya dilansir dari keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2020).

Terkait prospek bisnis 2020, Michael mengatakan di tengah berbagai tantangan global dan domestik, Saratoga akan tetap menjalankan strategi investasi aktif secara disiplin, terukur, dan prudent.

Pihaknya percaya dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki Saratoga, nilai investasi perusahaan akan terus berkembang secara optimal.



Simak Video "Sandiaga Kenang Sosok Kepemimpinan Djoko Santoso"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com