Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Mar 2020 05:28 WIB

Dolar AS Dekati Rp 16.000, Krisis di Depan Mata?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah akhirnya tembus ke level Rp 15.000. Ini adalah pertama kalinya dolar AS menyentuh level tersebut pada tahun ini. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Dampak penyebaran virus corona yang menyerang banyak negara di dunia kini benar-benar terasa menggerogoti pasar keuangan. Para investor yang panik melihat jumlah pasien positif virus corona di Indonesia semakin banyak pun kabur 'kabur' membawa uangnya ke luar dari Tanah Air dan mencari instrumen yang lebih likuid dengan risiko yang lebih sedikit.

Dolar AS pun menjadi primadona. Mata uang tersebut dirasa paling likuid oleh investor dan membawa uangnya ke Negeri Paman Sam.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menguat signifikan. Rupiah bahkan menyentuh level terlemah dalam 20 tahun terakhir.

Rupiah menyentuh level terlemahnya sejak krisis moneter 1998. Lalu, apakah ini pertanda bahwa krisis sudah di depan mata?

Warganet di media sosial pun ramai memperbincangkan hal tersebut. Tagar #RupiahAmbyar trending di media sosial Twitter.

Sejumlah warganet mencuitkan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level Rp 16.000. Pernyataan tersebut umumnya menyertakan hasil tangkapan layar nilai tukar rupiah yang disampaikan oleh mesin pencari Google.

Dari hasil penelusuran detikcom, Kamis (19/3/2020), hasil pencarian nilai tukar dolar di Google memang akan langsung menunjukkan hasil dengan angka Rp 16.002. Namun, data tersebut bukanlah data yang dapat dipertanggungjawabkan oleh otoritas resmi.

Dalam hasil penelusuran, disebutkan bahwa data Mata Uang disediakan oleh Morningstar, sedangkan data Mata Uang Kripto disediakan oleh Coinbase.


Dalam keterangannya, Google menjelaskan bahwa baik penyedia data maupun kontennya, bursa keuangan dan setiap afiliasinya serta mitra bisnisnya (A) melepaskan tanggung jawab hukum secara tersurat mengenai keakuratan, kecukupan, atau kelengkapan data apa pun, dan (B) tidak akan bertanggung jawab atas kerusakan, kelalaian, atau kecacatan lainnya dalam, keterlambatan atau gangguan data, atau tindakan apa pun yang dilakukan dalam pengandalan atas hal tersebut.

Dengan demikian, Google tidak dapat menjamin keakuratan nilai tukar yang ditampilkan. Anda harus mengonfirmasi nilai saat ini sebelum melakukan transaksi apa pun yang dapat terpengaruh oleh perubahan dalam nilai tukar.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Rupiah Keok Dihajar Dolar AS, Tembus Rp 14.500"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com