Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Mar 2020 12:35 WIB

IHSG Bisa Makin Amburadul Kalau Indonesia Jadi Lockdown

Trio Hamdani - detikFinance
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan hari ini konsisten bergerak di teritori negatif berbarengan dengan ledakan yang terjadi di Sarinah, Thamrin, Jakarta pusat, siang tadi. Rachman Haryanto/detikcom. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Belakangan ini muncul usulan agar Indonesia melakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Sayangnya hal tersebut dianggap bisa membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin babak-belur.

Pagi ini saja IHSG sudah terkoreksi 101 poin (2,4%) ke level 4.003. Tak lama berselang, IHSG turun 108 poin (2,6%) ke level 3.997 alias meninggalkan level 4.000.

"Lebih ke negatif sih kalau lihat beberapa case (kasus) yang terjadi di regional seperti Filipina, sehabis di lockdown bursanya juga lockdown, begitu buka terkoreksi ke bawah kan," kata Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki kepada detikcom, Jumat (20/3/2020).

Lockdown sendiri artinya tindakan mengunci suatu kawasan untuk mencegah sesuatu masuk atau keluar. Protokol lockdown ini hanya bisa diinisiasi oleh orang yang berwenang atau memiliki kekuasaan tinggi dan biasanya baru dilakukan dalam keadaan darurat.

Jika itu sampai dilakukan maka perekonomian dan kegiatan usaha akan lumpuh. Hal tersebut bakal membuat IHSG terdampak negatif.

"Karena kan kalau di-lockdown otomatis perekonomian juga mati kan, bisnis nggak jalan, nggak bisa ada distribusi barang dari satu kota ke kota lain, atau dari ekspor-impor kita juga terhambat. Jadi lebih negatif sih walaupun maksudnya baik untuk mencegah perputaran dari virus itu sendiri," jelasnya.

Menurutnya kebijakan yang sudah diambil pemerintah sejauh ini sudah tepat, yaitu memberikan stimulus perekonomian, dari fiskal, non fiskal hingga moneter.

"Ya kalau saya sih masih setuju sama kebijakan pemerintah sih. Lebih cenderung untuk memberikan stimulus, lebih cenderung untuk memberikan rasa tenang buat masyarakat, nggak bikin masyarakat panik. Bagus sih kebijakan pemerintah yang sudah sekarang," jelasnya.

Hanya saja upaya pemerintah kelihatannya belum sesuai ekspektasi pasar sehingga belum kelihatan dampak positifnya, khususnya terhadap IHSG.

"Cuma mungkin market melihat belum memenuhi ekspektasi mereka, itu saja sih. Tapi menurut saya stimulus mereka sudah bagus," tambahnya.



Simak Video "Warga India Panik Dilockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com