OJK dan Penjaga Pasar Modal Kerja di Rumah, Perdagangan Tetap Buka

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 23 Mar 2020 12:27 WIB
PT Siloam International Hospitals Tbk melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Saham perdana PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dibuka naik di level Rp 9.150 per saham dari harga penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) Rp 9.000 per saham.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia juga menerapkan work from home (WHF). Namun OJK dan SRO memastikan bahwa pasar modal Indonesia tetap berjalan seperti biasanya.

SRO yang dimaksud di antaranya PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Mereka dipastikan akan terus memantau perkembangan pasar dan secara proaktif meninjau serangkaian kebijakan yang berlaku untuk menjaga pasar modal.

"OJK dan SRO juga akan terus mengupayakan keberlangsungan aktivitas perdagangan bursa efek yang teratur, wajar dan efisien, dan layanan pasar modal kepada seluruh stakeholders," bunyi keterangan resmi OJK, Senin (23/3/2020).

Untuk mencapai hal tersebut, OJK bersama SRO pasar modal telah melaksanakan Business Continuity Management (BCM) untuk menjamin kelangsungan operasional kegiatan di pasar modal dengan serangkaian aktivitas sebagai berikut:

1. Pembagian area kerja (split operation) ke beberapa lokasi kerja.
2. Pelaksanaan bekerja dari rumah (Work from Home/WfH) dengan tetap memperhatikan keberlangsungan layanan kepada stakeholders.
3. Membatasi kegiatan-kegiatan, seperti sosialisasi, rapat, dan kegiatan lain yang memerlukan interaksi dengan orang banyak dengan menggunakan fasilitas elektronik.
4. Memastikan lingkungan kerja yang sehat dan memastikan kesehatan karyawan.



Simak Video "Terdampak Corona, 25 Ribuan Debitur di Sultra Dapat Keringanan Cicilan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)