Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 28 Mar 2020 10:30 WIB

'Vitamin' yang Bikin IHSG dan Rupiah Perkasa

Danang Sugianto - detikFinance
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pasar modal Indonesia dan nilai tukar rupiah belakangan ini tampak kembali bergairah. Susah dua hari berturut-turut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah menguat.

Kemarin IHSG ditutup menguat 206 poin (4,7%) ke level 4.545. Pada sesi I IHSG sempat menguat 342 poin (7,8%) level 4.681.

Penguatan ini melanjutkan tren perdagangan kemarin. IHSG kemarin ditutup melonjak hingga 401 poin (10,1%) ke level 4.338.

Sementara rupiah kemarin menunjukkan penguatan. Menurut data RTI dolar AS ditutup berada di level Rp 16.170.

Lalu apa gerangan vitamin yang membuat rupiah dan IHSG menguat?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Rupiah Keok Dihajar Dolar AS, Tembus Rp 14.500"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com