Naik Tipis, IHSG Terganjal Profit Taking
Jumat, 09 Des 2005 16:35 WIB
Jakarta -
Laju kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini, Jumat (9/12/2006) terganjal aksi ambil untung (profit taking). Indeks hanya naik tipis 1,749 poin ke level 1.160,068.Investor mulai merealisasikan keuntungan dengan melepas saham-saham unggulan seperti sektor perkebunan dan perbankan. Sedangkan kenaikan indeks kali ini lebih banyak dimotori saham pertambangan.Sentimen rupiah yang kembali menguat signifikan dan tembus ke level Rp 9.6695 per dolar AS tak mampu melawan aksi profit taking. Pasalnya, pelaku pasar menilai saat ini sejumlah saham sudah mengalami jenuh beli (overbought sehingga harus melakukan konsolidasi dulu.Indeks LQ-45 naik 0,418 poin pada level 252,832, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,544 poin pada level 200,446, Main Board Index (MBX) naik 0,048 poin pada level 318,800 dan Development Board Index (DBX) naik 2,242 poin pada level 226,643.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 17.339 kali, dengan volume 1.581.264 lot saham, senilai Rp 986,707 miliar. Sebanyak 63 saham naik, 46 saham turun dan 253 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer adalah, International Nickel Corporation (INCO) naik Rp 550 menjadi Rp 13.550, Astra Internasional (ASII) naik Rp 300 menjadi Rp 10.300, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 250 menjadi Rp 3.125, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 5.850 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 30 menjadi Rp 1.770.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 250 menjadi Rp 5.600, Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi Rp 5.650, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 75 menjadi Rp 3.450, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 75 menjadi Rp 3.000 dan PP London Sumatra (LSIP) turun Rp 25 menjadi Rp 3.025.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
