Gubernur & DPRD Bahas Merger Bank Banten-bjb, Ini Hasilnya

Bahtiar Rifa'i - detikFinance
Senin, 27 Apr 2020 21:15 WIB
Gubernur Banten & DPRD bahas merger Bank Banten-bank bjb
Foto: Bahtiar Rifai/detikcom
Serang -

Rencana merger PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) ke dalam PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) dianggap dapat menimbulkan kepanikan. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Andra Soni usai rapat anggota DPRD bersama Gubernur Banten Wahidin Halim.

"Kita bersyukur Pemprov memenuhi undangan, tadi dijelaskan tahapan pengambilan keputusan gubernur, dan disampaikan oleh fraksi bahwa realita di lapangan bahwa masyarakat panik kemudian muncul rush money," kata Andra Soni kepada wartawan di DPRD Banten Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Serang, Senin (27/4/2020).

Di rapat bersama ini disampaikan pula soal gubernur merasa khawatir distribusi bantuan penangaan COVID-19 jika kas daerah masih di Bank Banten. Tapi alasan ini menurutnya tidak tepat karena Bank Banten masih melakukan penataan kerja soal bantuan itu.


Andra menegaskan ke gubernur bahwa saat ini rush money masih berlangsung di tengah masyarakat atas keputusan merger itu. Tapi gubernur menurutnya berdalih bahwa ada jaminan bagi nasabah selama proses merger yang berlangsung selama 3 bulan ke depan dengan pengawasan dari OJK.

"Tapi tadi gubernur menyampaikan jaminan dari pemeprutah pusat dalam hal ini katanya presiden bahwa memerintahkan OJK untuk melakukan merger antara bank bjb. Tekhnisnya menurut informai gubernur 3 bulan prosesnya," paparnya.

Bagaimana respons Gubernur Banten? Klik halaman selanjutnya.



Wahidin bercerita Bank Banten pernah berencana merger dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Rencana ini pernah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun rencana tersebut gagal

"Waktu itu kita merger dengan BRI udah mau, kita Rp 1 triliun, BRI-nya sekian tapi kita siap tapi BRI-nya nggak siap. Tapi kalau kemampuan APBD Rp 2,8 triliun sekarang jadi Rp 3 triliun, agak berat kita," kata Wahidin.

Dia berharap merger dengan bank bjb akan mendukung penguatan Bank Banten.

"Pemprov dari awal sudah lakukan upaya mempertahankan, mudah-mudahan ada dukungan bank Jabar nanti bisa," ujarnya.


Wahidin menambahkan Upaya merger ini lanjutya semata-mata atas pertimbangan bisnis dan modal daerah. Ia menampik ada muatan politik dibalik penarikan kas daerah dari Bank Banten dan merger bank ini ke bjb.

Selanjutnya, OJK memberi waktu 3 bulan untuk proses merger. Ada jaminan untuk nasabah termasuk kas daerah di bank tersebut.

"Kalau nasabah sih dijamin nggak ada masalah. Masyarakat cuma merasa kehilangan saja. Masih proses negosiasi antar pihak, masih ada pertemuan-pertemuan,"tutur Wahidin.

(bri/hns)