Banyak yang Butuh Dolar AS, Rupiah Jadi Lemah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2020 09:52 WIB
rupiah
Foto: shutterstock
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat mengalami pelemahan. Kemarin ditutup di level Rp 15.380 melemah 70 poin dibandingkan hari sebelumnya Rp 15.310.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan naik turunnya nilai tukar rupiah dari hari ke hari ini dipengaruhi oleh banyak faktor teknikal mulai dari dalam dan luar negeri. Banyak yang membutuhkan valuta asing seperti dolar AS hingga membuat nilai rupiah menjadi lemah.

"Untuk yang terjadi beberapa hari kemarin ada beberapa faktor. Misalnya dari dalam negeri kebutuhan valuta asing untuk korporasi itu lebih tinggi dan ini mempengaruhi permintaan valas," kata Perry dalam video conference di Jakarta, Rabu (29/4/2020).

Dia mengungkapkan, sentimen juga terjadi karena adanya penerapan dan upaya pemerintah untuk pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sehingga pelaku pasar melihat kondisi ini akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Kemudian prediksi Fitch terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 2,8% yang lebih rendah dari tahun sebelumnya juga turut mempengaruhi. Meskipun angka ini lebih tinggi dari perkiraan BI untuk pertumbuhan tahun ini.

"Tapi ada juga faktor positif baik dalam dan luar negeri, seperti penawaran lelang surat berharga negara (SBN) yang lebih tinggi menjadi Rp 44,4 triliun itu menunjukkan minat investor dalam dan luar negeri untuk membeli SBN ini 2,2 kali dari target, ini positif," kata dia.

Kemudian sentimen dari luar negeri adalah penguatan pasar future saham di AS dan Eropa. Perry menyebut ke depan hingga akhir tahun nilai tukar diprediksi akan stabil dan menguat ke arah Rp 15.000 per dolar AS.

Lalu ditambah dengan kondisi nilai tukar di level Rp 15.400an yang masih undervalued, defisit transaksi berjalan yang lebih rendah dari target semula 2,5%-3% PDB.

"Insyaallah pada kuartal I itu di bawah 1,5% PDB. Untuk keseluruhan tahun di bawah 2% jika defisit transaksi berjalannya lebih rendah, berarti kekurangan devisa itu lebih rendah dan mendukung penguatan nilai tukar ke arah fundamentalnya," imbuh dia.



Simak Video "Jokowi: Inflasi Tetap 3%, Nilai Tukar Rp 14.350 per Dolar AS"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)