Haram Angkut Penumpang, Begini Strategi Garuda Tetap 'Hidup'

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2020 14:28 WIB
Garuda Indonesia
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pemerintah resmi melarang mudik, maskapai sendiri sudah dilarang melakukan penerbangan penumpang secara domestik. Hal ini sesuai dengan aturan acuan pada Permenhub 25 tahun 2020.

Hal ini juga dilakukan maskapai pelat merah Garuda Indonesia. Mereka sudah tidak lagi melakukan penerbangan penumpang komersial domestik, hanya saja maskapai masih dibolehkan mengangkut penerbangan internasional dan logistik.

"Permen 25 memaksa kita batalkan seluruh penerbangan domestik. Aturan ini hanya mengizinkan penerbangan internasional, tapi domestik nggak boleh kecuali logistik," jelas Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, dalam rapat kerja virtual bersama Komisi VI DPR, Rabu (29/4/2020).

Irfan pun menjelaskan kini pihaknya sudah fokus untuk merambah penerbangan kargo logistik. Setidaknya, hari ini saja sudah ada 26 penerbangan logistik yang diterbangkan Garuda.

"Awalnya, kita tidak punya penerbangan khusus kargo, kita langsung mengubah rute kita ke kargo. Hari ini total 26 pesawat khusus kargo dalam maupun luar negeri," jelas Irfan.

Dia mengatakan pihaknya pun berhasil mendapatkan persetujuan untuk membawa kargo logistik dengan pesawat penumpang. Aturannya, tiap 3 bangku pesawat bisa ditaruh beban sebanyak 210 kg.

"Kami berhasil mendapatkan persetujuan yang dimanfaatkan maskapai seluruh Indonesia untuk memperbolehkan kargo diletakkan di atas kursi penumpang pesawat," kata Irfan.

"Jadi ada asumsi dasar di tiap 3 kursi bisa ditaruh beban sebesar 210 kg, satu kursinya asumsi diisi orang berat badan 70 kg," lanjutnya.

Irfan juga menegaskan pihaknya tetap menerbangi rute internasional. Mulai dari Amsterdam, Jepang, Korea, hingga Australia masih diterbangi Garuda.

"Kita terus terbang ke rute yang kita sudah komit seperti Amsterdam, Jepang, Korea, Australia. Secara dinamis kita monitor waktu ke waktu frekuensinya dan waktunya setiap seminggu sekali," papar Irfan.

Kemudian pihaknya juga mendapatkan mandat alias penugasan untuk mengangkut penumpang repatriasi dari banyak negara yang berada di Bandara Soekarno Hatta menuju daerahnya masing-masing.

"Kami juga tetap teruskan mandat yang selama ini kami jalankan yaitu operasi repatriasi, jadi banyak WNI yang pulang selama dua hari terakhir ini kami dapatkan izin khusus terbangkan WNI yang mendarat di Soetta untuk dipulangkan ke kota masing-masing," ujar Irfan.



Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)