Aksi Jual Saham Kian Besar, IHSG Terjerembab 17 Poin
Kamis, 15 Des 2005 16:30 WIB
Jakarta - Aksi jual saham besar-besaran kembali melanda Bursa Efek Jakarta (BEJ). Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab hingga 17,754 poin ke level 1.155,964.Melemahnya rupiah terhadap dolar AS yang kini di level Rp 9.800-an juga turut memicu dalamnya aksi profit taking ini. Selain secara teknikal indeks memang harus mengalami koreksi, karena saham-saham blue chip sudah overbought (kelebihan beli)."Penurunan ini masih karena faktor teknikal," kata Edwin Sinaga dari Kuo Capital Raharja di Jakarta, Kamis (15/12/2005).Namun Edwin melihat penurunan ini bersifat temporer. Indeks diprediksi akan mengalami rebound (naik lagi) sampai akhir tahun karena ada faktor window dressing.Indeks LQ-45 turun 4,385 poin pada level 252,256, Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,953 poin pada level 198,990, Main Board Index (MBX) turun 5,452 poin pada level 317,465, dan Development Board Index (DBX) turun 0,951 pada level 226,753.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 13.666 kali, dengan volume 1.301.136 lot saham, senilai Rp 900,471 miliar. Hanya 14 saham yang naik, sisanya 95 saham turun dan 252 saham stagnan.Saham-saham yang merosot harganya di top loser antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 10.300, International Nickel Corporation (INCO) turun Rp 300 menjadi Rp 12.950, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 5.900, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 125 menjadi Rp 3.250, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 125 menjadi Rp 3.375.Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) naik Rp 70 menjadi Rp 1.020, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 50 menjadi Rp 4.600, Tjiwi Kimia (TKIM) naik Rp 25 menjadi Rp 3.050, Enseval Putera Mega Trading (EPMT) naik Rp 10 menjadi Rp 600, dan Tempuran Pelayaran Emas (TMAS) naik Rp 10 menjadi Rp 1.180.
(ir/)











































