Efisiensi Biaya, Budi Acid Gunakan Batubara

Efisiensi Biaya, Budi Acid Gunakan Batubara

- detikFinance
Senin, 19 Des 2005 16:09 WIB
Jakarta - Produsen tapioka dan asam sitrat PT Budi Acid Jaya Tbk berencana mengkonversi seluruh boiler yang berbahan bakar solar menjadi batubara. Konversi menggunakan boiler berbahan bakar batubara ini akan membantu perseroan menghemat sampai 30 persen dari biaya energi.Perseroan memiliki 12 pabrik tapioka, 3 pabrik asam sitrat dan 2 pabrik karung plastik. Dari jumlah tersebut tinggal 6 pabrik tapioka dan 2 pabrik karung plastik yang boilernya belum dikonversi."Untuk tiap pabrik investasinya sekitar Rp 5 miliar, kita harapkan seluruhnya bisa dikonversi tahun depan," kata Wakil Direktur Utama PT Budi Acid Jaya Sudarmo Tasmin dalam paparan publik di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (19/12/2005).Untuk itu, tahun depan perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 50 miliar. Sebagian besar akan digunakan untuk konversi boiler dan sisanya untuk perbaikan mesin produksi."Dananya berasal dari dana kas internal," jelas Sudarmo.Mengenai restrukturisasi utang perseroan kepada sindikasi, Sudarmo mengatakan, saat ini perseroan tengah menunggu persetujuan 2 dari 8 kreditur yang ada. Perseroan masih memiliki utang sebanyak US$ 19 juta kepada sindikasi yang telah jatuh tempo 31 Mei lalu. Selain itu, perseroan juga masih memiliki utang sebanyak US$ 2,2 juta kepada OCBC. Dalam skema restrukturisasi tersebut, perseroan meminta perpanjangan pembayaran utang dari 31 Mei 2005 menjadi 30 Juni 2009."Sebanyak 6 dari 8 kreditur sudah menyetujui, tapi kita tetap bayar bunga dan cicilan kepada mereka. Jadi secara tidak formal mereka sudah setuju," ujar Sudarmo.Sampai September 2005, perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp 774,4 milar atau naik 11,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Menurut Sudarmo, hal ini akibat kenaikan harga jual produk perseroan."Sampai akhir tahun penjualan perseroan ditargetkan mencapai Rp 1 triliun," ujar Sudarmo.Untuk laba bersih sampai akhir tahun, perseroan optimistis mencapai tarrget Rp 5 miliar bisa tercapai.Walaupun sampai September 2005 perseroan masih membukukan laba bersih sebesar Rp 1,984 miliar. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads