Window Dressing, Indeks Saham Melesat 18 Poin

Window Dressing, Indeks Saham Melesat 18 Poin

- detikFinance
Senin, 19 Des 2005 16:40 WIB
Jakarta - Pesta window dressing yang dilakukan oleh sejumlah investor mulai marak menjelang tutup tahun ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada pekan lalu lebih banyak tertekan kembali meroket 18,902 poin ke level 1.162,328.Tradisi window dressing kerap dilakukan investor menjelang tutup tahun, untuk mempercantik portofolio yang dikoleksinya. Akibatnya, harga saham-saham cenderung naik. Namun biasanya saham tersebut kembali dilepas pada bulan Januari, yang mengakibatkan harga-harga saham pada bulan itu cenderung turun atau yang dikenal dengan January Effect. Kenaikan indeks juga didukung oleh menguatnya bursa regional seperti Nikkei dan Hang Seng pada penutupan Senin (19/12/2005) ini. Edwin Sinaga dari Kuo Capital Raharja mengakui kenaikan indeks kali ini karena dipicu window dressing. Selain itu konsolidasi di pasar saham sudah selesai, Sebelumnya banyak investor switching ke pasar uang. "Peluang mendapat gain di pasar uang sudah semakin kecil karena rupiah semakin stabil," ujar Edwin.Indeks LQ-45 naik 5,288 poin pada level 254,092, Jakarta Islamic Index (JII) naik 5,418 poin pada level 200,710, Main Board Index (MBX) naik 5,674 poin pada level 319,167 dan Development Board Index (DBX) naik 1,585 poin pada level 228,203.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 11.369 kali, dengan volume 1.001.893 lot saham, senilai Rp 760,686 miliar. Sebanyak 61 saham naik, 30 saham turun dan 270 saham stagnan.Saham-saham yang melesat harganya di top gainer antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 300 menjadi Rp 6.000, Indosat (ISAT) naik Rp 200 menjadi Rp 5.600, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 200 menjadi Rp 3.400, Astra Internasional (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 10.150, Medco Energi Internasional (MEDC) naik Rp 75 menjadi Rp 3.425.Sedangkan saham-saham yang terpuruk di top losser antara lain, Delta Dunia Petroindo (DOID) turun Rp 70 menjadi Rp 780, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 50 menjadi Rp 5.450, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 50 menjadi Rp 7.350, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 30 menjadi Rp 1.580, Bank Internasional Indonesia (BNII) turun 5 menjadi Rp 150. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads