Lippo Karawaci Rugi Rp 1,98 T di 2019

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 29 Mei 2020 16:15 WIB
PT Lippo Karawaci melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Persero, sebagai Main Contractor pembangunan menara apartemen The Bloomington KVR, Kamis (20/12), menara apartemen ketujuh yang merupakan menara termewah di kawasan luxurious integrated resort development Kemang Village, Jakarta. File/detikFoto.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah merilis kinerja keuangannya sepanjang 2019. Hasilnya, perusahaan yang tergabung dalam Lippo Group ini mengalami kerugian.

Melansir keterangan resmi perusahaan, Jumat (29/5/2020), LPKR melaporkan rugi bersih di 2019 sebesar Rp 1,98 triliun. Torehan itu berbanding terbalik dari 2018 yang mana perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 720 miliar.

Total pendapatan LPKR sebenarnya meningkat 16% dari 2018 Rp 10,62 triliun menjadi Rp 12,25 triliun. Pendapatan LPKR didorong oleh pertumbuhan recurring revenue terutama dari segmen healthcare yakni PT Siloam Hospitals Tbk. Namun kenaikan pertumbuhan di segmen itu diimbangi dengan penurunan pada bisnis properti dari tahun ke tahun.

Meski begitu di tahun 2019 terjadi peningkatan pra penjualan yang mencapai Rp 1,85 triliun, meningkat 15,5% dari Rp 1,60 triliun di tahun 2018.

Penjualan sesekali di tahun 2018 merupakan faktor penyebab atas penurunan pendapatan perusahaan di bisnis development di tahun 2019. Seperti yang dilaporkan, pendapatan Real Estate Development di tahun 2019 turun 3,8% menjadi Rp 2,98 triliun dari Rp 3,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Bisnis ini memberikan kontribusi sebesar 24,1% dari total pendapatan di tahun 2019 dibandingkan dengan 27,0% di tahun 2018. Penjualan sesekali di tahun 2018 dan tahun 2019 merupakan penjualan tanah Meikarta ke MSU di Lippo Cikarang, yang merupakan pendapatan tidak berulang masing-masing sebesar Rp 838 miliar dan Rp 65 miliar. JIka kita menyesuaikan penjualan sesekali tersebut, pendapatan real estate development meningkat sebesar 29,0% di tahun 2019.

LPKR membukukan laba bruto yang lebih rendah, yaitu Rp 4,60 triliun di tahun 2019 dibandingkan dengan Rp5,25 triliun di tahun 2018. Hal itu terutama karena penurunan laba bruto sektor Real Estate Development sebesar 51,8% dari Rp 1,85 triliun menjadi Rp 894 miliar.

Sementara itu, laba bruto bisnis Real Estate Management & Services mencatat pertumbuhan yang sehat sebesar 12,3% menjadi Rp3,58 triliun di tahun 2019 dari Rp 3,19 triliun setahun yang lalu.



Simak Video "Kecelakaan Maut di Karawaci: Mobil Ngebut, Tabrak Seorang Pria"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)