Surat Utang Pemerintah Sudah Bisa Dibeli Hari Ini Lho

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 15 Jun 2020 15:56 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi meluncurkan surat berharga negara (SBN) ritel yaitu obligasi negara ritel seri ORI017. Itu artinya seluruh masyarakat sudah bisa membelinya semenjak hari ini (15/6). Peluncuran ORI017 kali ini mengusung tema 'Menjaga Negeri Lewat Investasi'.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan ORI17 merupakan instrumen investasi yang aman, mudah, dan terjangkau untuk masyarakat. Apalagi di tengah pandemi COVID-19.

Menurut Luky, kondisi pandemi COVID-19 merupakan sesuatu yang tidak pernah diperkirakan terjadi oleh bangsa ini. Kondisi sulit yang dimulai dari adanya krisis kesehatan sampai berdampak pada kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat memerlukan gerakan kolektif baik dari pemerintah, swasta dan publik untuk saling mendukung dalam menghadapi tekanan yang terjadi.

"ORI017 hadir di tengah kondisi ketidakpastian saat ini untuk menjadi alternatif investasi utama bagi masyarakat. Peluncuran ORI017 dinilai sangat tepat dalam kondisi saat ini karena masyarakat memerlukan investasi yang aman, mudah, terjangkau serta dapat dicairkan sebelum jatuh tempo," kata Luky dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin (15/6/2020).

Luky menjelaskan ORI017 merupakan instrumen pembiayaan APBN, yang artinya hasil dari penerbitan ORI akan digunakan untuk pembiayaan APBN termasuk untuk penanggulangan dan pemulihan dari pandemi COVID-19.

"Membeli ORI017 menandakan partisipasi langsung dari masyarakat dalam upaya pemulihan pembangunan dan perekonomian Indonesia," ujarnya.

Berikut rincian pokok-pokok ketentuan dan persyaratan ORI017:
1. Periode registrasi: setiap saat pada Mitra Distribusi (Midis) yang telah ditetapkan
2. Masa penawaran: pembukaan sejak 15 Juni 2020 pukul 09.00 WIB
dan penutupan pada 9 Juli 2020 pukul 10.00 WIB
3. Bentuk dan karakteristik obligasi yaitu obligasi negara tanpa warkat; dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan hanya antar investor domestik/lokal yang mengacu pada digit ketiga kode nomor tunggal identitas pemodal (Single Investor Identification/SID)
4. Tanggal penetapan hasil penjualan pada 13 Juli 2020
5. Tanggal setelmen pada 15 Juli 2020
6. Tanggal jatuh tempo pada 15 Juli 2023
7. Minimum pemesanan: Rp 1.000.000 (satu juta rupiah)
8. Maksimum pemesanan: Rp 3.000.000.000 (tiga miliar rupiah)
9. Jenis kupon adalah tetap atau fixed rate
10. Tingkat kupon ditetapkan 6,40% per tahun
11. Holding period ditetapkan dua periode pembayaran kupon dan dapat dipindahbukukan mulai tanggal 15 September 2020
12. Pembayaran kupon tanggal 15 setiap bulan
13. Pembayaran kupon pertama kali pada 15 Agustus 2020

Lebih lanjut Luky mengungkapkan, bagi masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di ORI017 saat ini sudah dapat melakukan registrasi dengan cara menghubungi 25 mitra distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online), yaitu:

Bank Umum:
1. PT Bank Central Asia (BCA) Tbk
2. PT Bank Permata Tbk
3. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk
4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
5. PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk
6. PT Bank Maybank Indonesia Tbk
7. PT Bank CIMB Niaga Tbk
8. PT Bank OCBC NISP Tbk
9. PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk
10. PT Bank Panin Tbk
11. PT Bank DBS Indonesia
12. PT HSBC Indonesia
13. PT Bank UOB Indonesia
14. PT Bank Commonwealth
15. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
16. PT Bank Victoria International Tbk

Perusahaan Efek:
1. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
2. PT Danareksa Sekuritas
3. PT Bahana Sekuritas
4. PT Mandiri Sekuritas
5. PT Bareksa Portal Investasi
6. PT Star Mercato Capitale (Tanamduit)
7. PT Nusantara Sejahtera Ivestama (Invisee)

Perusahaan Fintech (peer-to-peer lending)
1. PT Investree Raghika Jaya (Investree)
2. PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku)



Simak Video "Indonesia Sudah Resesi Sepanjang Tahun 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)