Gedung Putih Klaim AS-China Masih Berdagang, Bursa Asia Bergairah

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 23 Jun 2020 10:55 WIB
AS: Trump minta bantuan Xi Jinping agar menang pilpres, kata mantan penasihat keamanan nasional
Foto: BBC World
Jakarta -

Bursa Asia berubah positif dalam perdagangan Selasa pagi ini setelah sebelumnya sempat bergejolak. Hal ini terjadi karena penasihat Gedung Putih, Peter Navarro mengklarifikasi bahwa kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China belum berakhir.

Dikutip CNBC, Selasa (23/6/2020), secara keseluruhan Indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan 0,73% lebih tinggi.

Rincinya, Indeks Hang Seng Hong Kong pulih dari penurunan sebelumnya yang naik 0,96%. Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,9%.


Sementara Indeks Topix naik 0,8%. Kospi Korea Selatan juga naik 0,81%.

Namun secara keseluruhan saham daratan China dalam perdagangan pagi sangat bervariasi, dengan komposit Shanghai turun fraksional sementara komponen Shenzhen naik 0,168%.

Di Asia Tenggara, indeks Straits Times Singapura sedikit lebih rendah. Sementara di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,34%.

Sebelumnya bursa Asia sempat jatuh ke wilayah negatif minggu lalu. Hal itu disebabkan pernyataan Navarro saat diwawancara yang menyebut bahwa perdagangan AS-China telah berakhir.

"Ini sudah berakhir (perdagangan AS-China). Ya," kata Navarro.

Setelah wawancara, Navarro mengklarifikasi bahwa pernyataannya itu dikatakan secara asal dan di luar konteks.

"Saya hanya berbicara tentang kurangnya kepercayaan yang sekarang kita miliki dari Partai Komunis Tiongkok setelah mereka berbohong tentang asal-usul virus China dan menyebarkan pandemi pada dunia," jelasnya.

Presiden AS Donald Trump juga menyinggung masalah ini yang mengatakan dalam sebuah tweet bahwa "kesepakatan Perdagangan China sepenuhnya utuh."



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)