Diskon Nih! Modal Rp 12,5 Juta Perusahaan Bisa Mejeng di Pasar Modal

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 26 Jun 2020 16:47 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan stimulus untuk pasar modal yang juga terkena dampak pandemi wabah COVID-19. Stimulus yang disiapkan berupa diskon biaya pencatatan awal saham atau initial listing fee (ILF) sebesar 50%.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan, pemberian diskon ILF itu merupakan bentuk dari SRO ikut berbagi beban dengan memberikan insentif bagi perusahaan yang ingin mencatatkan sahamnya di pasar modal.

"Kenapa baru sekarang, ya memang ini perlu kita diskusikan tidak hanya di antara SRO tapi juga dengan OJK. Tapi filosofinya kita ini sharing pain sesuai arahan Pak Wimboh saat pandemi harus sharing pain dengan sesama," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (26/6/2020).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, untuk ILF sendiri saat ini dibagi 3 sesuai dengan jenis papan perdagangan. Untuk papan utama biaya pencatatan saham minimal Rp 25 juta dan maksimalnya Rp 250 juta.

"Kenapa minimum dan maksimum, karena setiap perusahaan berbeda size-nya," terangnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2