Volumenya Hanya Rp 362 Miliar, IHSG Naik Tipis 3,369 Poin
Selasa, 27 Des 2005 16:30 WIB
Jakarta - Perdagangan pada pekan terakhir tahun 2005 memang betul-betul lesu. Perdagangan di pasar reguler pun hanya mencatat transaksi Rp 362 miliar, jauh dari level biasanya di kisaran Rp 1 triliun.Sementara IHSG pada penutupan perdagangan Selasa (27/12/2005) naik tipis 3,369 poin pada level 1.161,707. Indeks LQ 45 naik 0,648 poin pada level 254,840, JII naik 0,602 pada level 200,797, MBX naik 1,075 pada level 320,031 dan DBX naik 0,018 poin pada level 223,583.Perdagangan di pasar reguler 8.782 kali pada volume 747.495 lot pada nilai Rp 362,427 miliar. Sebanyak 64 saham naik, 41 saham turun dan 257 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi 5.700, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 40 menjadi Rp 1.640, United Tractor (UNTR) naik Rp 50 menjadi Rp 3.650, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 50 menjadi Rp 11.550, Adhi Karya (ADHI) naik Rp 30 menjadi Rp 740.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain BRI (BBRI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.975, Indah Kiat (INKP) turun Rp 20 menjadi Rp 1.040, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) turun Rp 25 menjadi Rp 3.125, Unilever (UNVR) turun Rp 50 menjadi Rp 4.200, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 10 menjadi Rp 770.Ketua Aosiasi Analis Efek Indonesia, Budi Ruseno, mengatakan, kenaikan IHSG pada hari ini memang masih didorong window dressing meskipun sudah tidak signifikan lagi. Menurut Budi, window dressing yang sudah berlangsung sejak sebulan terakhir berhasil mendongkrak indeks hingga naik 16 persen.Ia memrediksi, IHSG masih terus naik hingga akhir tahun 2005 meski pada level yang terbatas. Peluang indeks untuk menguat masih ada mengingat level resistennya masih jauh yakni di level 1.200.
(qom/)











































