Bursa Saham Asia Menguat Menanti Vaksin Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2020 10:33 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Vaksin COVID-19 masih menjadi harapan untuk bursa saham global, termasuk saham Asia. Mengutip CNBC perdagangan saham asia hari ini tercatat lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya.

Misalnya untuk indeks Nikkei 225 tercatat naik 1,33% pada perdagangan pagi. Kemudian untuk indeks Topix tercatat naik 1,32% dan Kospi naik 0,97%.

Sementara itu untuk Indeks Hang Seng Hong Kong juga tercatat mengalami kenaikan 0,77%. Kemudian Shanghai turun 0,54% dan Shenzhen turun 0,693%.

Kepala investasi dari Bank Julis Baer, Bhaskar Laxminarayan menjelaskan saat ini reaksi pasar terhadap perkembangan baru terkait vaksin masih terus berkembang.

Misalnya vaksin potensial yang berasal dari Biotech Moderna yang saat ini sedang dalam tahap uji coba masih dinanti-nanti oleh pasar.

Selain itu, ketegangan antara China dan AS juga bisa mengganggu sentimen investor. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan akan meneken undang-undang untuk sanksi China karena telah campur tangan di otonomi Hong Kong.

Dia juga menyebut akan menandatangani perintah eksekutif untuk mengakhiri status khusus Hong Kong dengan AS.

Bank of Japan hari ini diprakirakan menahan suku bunga acuan. Kepala ekonom di Commonwealth Bank of Australia menjelaskan pengaturan kebijakan moneter ini lebih mudah sebelum pandemi.



Simak Video "Satgas Covid-19 : Dampak Covid Bisa Terasa Hingga Beberapa Dekade ke Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)