Bukan Vaksin, Ini Faktor yang Bisa Bikin Pasar Saham 'Terbang'

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2020 10:29 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Vaksin Corona bukan faktor yang diperlukan untuk mendorong pasar saham Amerika Serikat (AS) terus menguat. Kebijakan stimulus pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya menjadi faktor utama pendorong pasar saham.

Demikian disampaikan Analis Pasar James Bianco seperti dikutip dari CNBC, Selasa (21/7/2020).

"Pasar ditakdirkan bergerak ke level lebih tinggi di belakang stimulus ini," katanya.

Ada atau tidak ada vaksin, kata Bianco, sentimen seputar virus akan menjadi tantangan yang besar. China melaporkan penurunan yang signifikan pada kasus Corona, namun kebanyakan orang ragu untuk melanjutkan rutinitasnya.

"Indeks mobilitas yang kami tonton benar-benar datar sehingga orang tidak terus keluar sebanyak yang mereka lakukan," tambah Bianco.

Dia juga berpandangan, banyak orang pada akhirnya akan menghindari vaksin. Dia percaya, bahwa kecepatan perusahaan biotek untuk mendapatkanya dengan cepat bisa lebih berbahaya.

Meskipun Bianco percaya kebijakan stimulus lebih penting bagi Wall Street daripada vaksin, ia mengakui implikasi jangka panjangnya bisa mahal.

"Saya akan berterus terang. Saya bukan penggemar terbesar di dunia tentang banyak kebijakan ini, "kata Bianco.

"Yang mengakhiri ini adalah inflasi. Jika kita mendapat inflasi, game ini sudah berakhir," tambahnya.



Simak Video "9.000 Warga Brasil Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Corona China"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)