Strategi OJK Benahi 3 Masalah Pasar Modal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2020 18:05 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pasar modal Indonesia disebut masih dangkal alias belum dalam. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini berupaya untuk melakukan pendalaman dengan fungsi supply, business process, infrastructures dan demand.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK Yunita Linda Sari mengungkapkan dibutuhkan pengembangan lebih lanjut untuk membuat pasar modal lebih dalam dan menjadi sumber pendanaan serta tempat investasi secara khusus.

1. Diversifikasi Produk Pasar Modal

Pertama menurut dia, dari sisi supply regulator berupaya untuk meningkatkan kualitas produk yang ada di pasar modal. Hal ini karena produk dinilai masih kurang beragam. Karena itu dibutuhkan diversifikasi produk agar investor makin tertarik.

"Harus diakui dari jumlah produk masih kurang, keberagaman jenisnya juga masih kurang. Karena itu OJK pasar modal, dibantu teman-teman pelaku dan SRO kita selalu meng-encourage dari sisi kuantitas dan jenis produk yang ada di pasar modal," kata dia dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/7/2020).

2. Penyederhanaan Pencairan Dana Investasi

Kemudian dari sisi busines process, OJK berupaya agar pencairan pendanaan maupun investasi bisa lebih efisien. Selain itu infrastruktur juga harus ditingkatkan agar bisnis makin efektif.

"Jadi bagaimana caranya kita melakukan kegiatan di pasar modal, mencari pendanaan kemudian juga investasi dengan cara yang efisien dan efektif. Tentu saja kita dibantu beberapa tools diantaranya adalah infrastruktur yang kebanyakan di-provide oleh SRO, tapi juga dengan peran serta pelaku dan tentunya OJK," ujarnya.

3. Perluasan Pasar

Selanjutnya dengan proses bisnis yang efisien dan didukung dengan infrastruktur yang mutakhir, maka peran OJK yang terakhir adalah mencari demand alias investor.

Dia menjelaskan mayoritas investor di pasar modal Indonesia masih didominasi oleh asing.

"Demand side ini yang sekarang OJK fokus itu terutama sekali adalah meningkatkan peran serta masyarakat kita sendiri. Kita punya modal potensi yang sangat besar di sisi demand ini karena kita memiliki masyarakat yang sangat banyak sekali. Bayangkan jika mereka semua itu melakukan investasi atau mencari fundingnya di pasar modal, Insyaallah pasar modal kita akan semakin dalam," kata dia.



Simak Video "Data Nasabah KreditPlus Bocor dan Dijual, Begini Respons OJK"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)